Awas! 3 Izin Aplikasi Android Bikin Baterai Handphone Cepat Habis

4 hours ago 1

Selular.ID – Tiga izin aplikasi Android ini diam-diam bisa bikin baterai handphone (HP) cepat habis karena memungkinkan aplikasi bekerja terus-menerus di latar belakang tanpa disadari pengguna.

Izin atau permission tertentu memberi akses ke fitur penting seperti lokasi, kamera, dan aktivitas sistem yang berdampak langsung pada konsumsi daya.

Banyak pengguna tidak menyadari bahwa pengaturan izin aplikasi berpengaruh besar terhadap daya tahan baterai handphone.

Saat izin tertentu aktif sepanjang waktu, sistem akan terus memproses data, memperbarui informasi, atau mengaktifkan sensor tertentu meski aplikasi tidak sedang digunakan secara aktif.

Google sendiri melalui dokumentasi resmi Android Developer menjelaskan bahwa akses seperti lokasi presisi dan aktivitas latar belakang perlu dikelola dengan bijak karena berdampak pada konsumsi daya.

Artinya, pengaturan izin bukan sekadar soal privasi, tetapi juga efisiensi baterai.

1. Izin Lokasi (Location Access)

Izin lokasi menjadi salah satu penyebab utama baterai cepat habis.

Ketika aplikasi diizinkan mengakses lokasi secara terus-menerus—terutama dalam mode “Allow all the time”—perangkat akan mengaktifkan GPS, WiFi scanning, dan data seluler untuk menentukan posisi secara akurat.

Proses ini membutuhkan daya yang tidak sedikit. Semakin banyak aplikasi yang memiliki akses lokasi penuh, semakin besar pula beban kerja sistem.

Untuk mengatasinya, pengguna bisa:

  • Masuk ke Settings > Location > App location permissions

  • Ubah izin menjadi “Allow only while using the app”

  • Nonaktifkan akses lokasi untuk aplikasi yang tidak relevan

Langkah ini efektif mengurangi aktivitas sensor GPS di latar belakang.

Baca juga:

2. Izin Aktivitas Latar Belakang (Background Activity)

Beberapa aplikasi meminta izin untuk tetap aktif meski tidak dibuka.

Aktivitas latar belakang ini biasanya digunakan untuk sinkronisasi data, notifikasi real-time, atau pembaruan konten otomatis.

Masalahnya, jika terlalu banyak aplikasi berjalan di background, prosesor dan RAM bekerja lebih keras.

Dampaknya, baterai cepat terkuras dan suhu perangkat meningkat.

Di Android versi terbaru, pengguna bisa membatasi aktivitas ini melalui:

  • Settings > Battery > Battery usage

  • Pilih aplikasi tertentu

  • Atur ke mode “Restricted” atau “Limit background usage”

Fitur manajemen baterai adaptif di Android memang dirancang untuk mengidentifikasi aplikasi boros daya.

Namun pengaturan manual tetap diperlukan agar konsumsi daya lebih terkendali.

3. Izin Kamera dan Mikrofon

Izin kamera dan mikrofon juga dapat berkontribusi pada baterai cepat habis, terutama jika aplikasi mengaksesnya secara berkala.

Beberapa aplikasi komunikasi atau media sosial misalnya, tetap mempersiapkan akses kamera dan mic untuk mempercepat proses perekaman.

Meskipun tidak selalu aktif merekam, sistem tetap mengalokasikan sumber daya untuk menjaga kesiapan fitur tersebut.

Pengguna dapat mengecek melalui:

  • Settings > Privacy > Permission Manager

  • Pilih kategori Camera atau Microphone

  • Nonaktifkan akses untuk aplikasi yang jarang digunakan

Android terbaru bahkan menampilkan indikator visual saat kamera atau mikrofon aktif.

Fitur ini membantu pengguna memantau penggunaan sensor secara real-time.

Dampak Jangka Panjang pada Performa

Baterai cepat habis bukan hanya soal durasi pemakaian yang lebih pendek.

Konsumsi daya berlebih secara konsisten dapat mempercepat degradasi baterai lithium-ion.

Saat baterai sering terkuras hingga level rendah atau perangkat mengalami panas berlebih akibat aktivitas latar belakang, siklus pengisian daya menjadi lebih berat.

Dalam jangka panjang, kapasitas maksimum baterai akan menurun.

Selain itu, sistem Android akan melakukan pembatasan performa otomatis jika suhu meningkat.

Proses ini dikenal sebagai thermal throttling, yaitu mekanisme penurunan kecepatan prosesor untuk menjaga stabilitas perangkat.

Cara Mengecek Aplikasi Paling Boros Baterai

Selain mengatur izin aplikasi Android, pengguna juga dapat memantau aplikasi mana yang paling banyak mengonsumsi daya.

Caranya:

  • Buka Settings > Battery

  • Pilih menu Battery Usage

  • Lihat daftar aplikasi dengan persentase konsumsi tertinggi

Jika ada aplikasi yang tidak wajar dalam penggunaan daya, pertimbangkan untuk membatasi izin, menghapus, atau menggantinya dengan alternatif yang lebih ringan.

Google dalam panduan resminya menyarankan pengembang untuk mengoptimalkan penggunaan sensor dan data latar belakang.

Namun di sisi pengguna, kontrol tetap berada pada pengaturan izin yang diberikan.

Pentingnya Mengelola Izin Aplikasi

Sejak Android 6.0 (Marshmallow), sistem operasi ini menerapkan model permission berbasis persetujuan pengguna.

Artinya, setiap aplikasi harus meminta izin secara eksplisit sebelum mengakses fitur tertentu.

Model ini memberi kontrol lebih besar kepada pengguna. Namun jika semua izin disetujui tanpa pertimbangan, potensi baterai cepat habis akan meningkat.

Karena itu, penting untuk secara berkala meninjau ulang izin aplikasi Android, terutama setelah menginstal aplikasi baru atau melakukan pembaruan sistem.

Manajemen izin yang tepat tidak hanya menjaga privasi, tetapi juga membantu memperpanjang daya tahan baterai dan menjaga performa tetap stabil.

Di tengah meningkatnya kebutuhan mobile yang serba cepat, pengaturan sederhana ini bisa memberikan dampak signifikan terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi