Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau sejumlah SPBU milik PT Pertamina (Persero) di Jawa Tengah pada Kamis (26/3).
SPBU yang dikunjungi berada di Sragen dan Karanganyar. Dari hasil peninjauan, Bahlil memastikan tidak ada antrean berarti selama periode arus balik Lebaran.
"Saya pikir insyaallah baik karena tidak ada antrean yang terlalu berarti di SPBU," ujar Bahlil dalam rekaman suara yang diterima awak media dari Kementerian ESDM pada Kamis ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut selama 10 hari sebelum Lebaran hingga saat ini, ketersediaan BBM dan solar dalam kondisi aman.
Selain BBM, layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) juga dipastikan berjalan baik.
"Alhamdulillah kami dapat melaporkan bahwa atas kerja sama tim dan kerja sama dari masyarakat, satgas untuk di sektor ESDM mulai dari 10 hari sebelum hari raya sampai dengan sekarang, alhamdulillah berjalan baik," ujar Bahlil.
Di tengah konflik Timur Tengah yang memicu gejolak harga minyak dunia, Bahlil menegaskan pasokan energi nasional tetap terjaga.
Ia mengungkap Presiden Prabowo Subianto secara rutin memerintahkan dirinya untuk memeriksa secara pasti kebutuhan masyarakat di bagian energi, terutama BBM, saat periode Lebaran 2026.
"Kita bersyukur kepada Allah, atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik daripada bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik," ucap Bahlil.
Untuk mengantisipasi dampak konflik global, pemerintah juga telah mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan cadangan energi dalam negeri.
Bahlil menjelaskan cadangan BBM Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan minimal selama 21 hingga 28 hari.
Namun demikian, meskipun terdapat angka kapasitas tersebut, pergerakan stok bersifat dinamis. Sebagai contoh, ketika terjadi penyaluran selama tiga hari, pasokan energi akan kembali masuk untuk mengisi cadangan.
"Kita mengoptimalkan kilang-kilang kita yang ada di Indonesia dan impor kita di negara-negara lain," kata Bahlil.
Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran juga berujung pada penutupan Selat Hormuz.
Bahlil mengatakan impor komoditas energi RI yang melalui Selat Hormuz sebesar 20 persen. Sekarang, pemerintah telah mengalihkan sumber pasokan ke negara lain, sehingga kondisi dinilai membaik.
Khusus untuk solar, Bahlil menilai Indonesia lebih diuntungkan dari negara-negara lain karena tidak lagi melakukan impor.
"Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor," ujar Bahlil.
Sementara itu, untuk bensin sekitar 50 persen masih dipenuhi dari impor dan sisanya dari produksi dalam negeri.
Adapun LPG masih bergantung pada impor sekitar 70 persen dari total kebutuhan nasional.
Meski Bahlil memastikan secara keseluruhan kondisi pasokan energi nasional tetap aman dalam beberapa hari ke depan.
"Saya yakinkan kepada bapak ibu semua, insyaallah kita juga dalam kondisi yang sampai dengan beberapa hari, itu insyaallah dalam kondisi yang baik," ucap Bahlil.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
5

















































