Alexey Mordashov Anak Buruh Jadi Orang Terkaya Rusia Harta Rp647,04 T

3 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Alexey Mordashov mengacu pada sosok Bos Baja Rusia dengan kekayaan US$36,9 miliar atau setara Rp647,04 triliun (kurs Rp17.533) per Mei 2026, menurut Forbes Billionaires.

Mordashov merupakan pemegang saham mayoritas dan pemimpin Severstal, salah satu perusahaan baja dan pertambangan terbesar di Rusia.

Bos besar perusahaan baja itu juga masih mempertahankan gelarnya sebagai orang terkaya di Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang dijuluki "anak buruh jadi miliarder" itu dikenal memiliki kemampuan kalkulasi tajam, ambisi tanpa kompromi, dan kebal terhadap terjangan badai termasuk geopolitik saat ini.

Kabar teranyar, Superyacht mewah bernama Nord milik Mordashov dikabarkan melenggang melintasi Selat Hormuz pada April lalu. 

Padahal, itu area krusial bagi jalur distribusi energi dunia yang diblokir Iran sejak memanasnya geopolitik dengan Amerika Serikat dan Israel akhir Februari. 

[Gambas:Youtube]

Sosok Mordashov turut menjadi salah satu simbol ketahanan perusahaan Rusia. Dari anak pekerja buruh hingga menjadi maestro baja yang digempur sanksi global, kisah hidupnya mencerminkan bahwa adaptasi cepat dalam bisnis menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.

Buruh Pabrik

Langkah Mordashov untuk menjadi miliarder Rusia berawal dari gelar yang disandangnya sebagai anak dari buruh penggilingan baja biasa. Masa kecilnya akrab dengan deru mesin dan aroma besi, yang kemudian lingkungan membentuk etos kerjanya.

Mordashov muda dikenal memiliki bakat dalam hal angka dan menempatkannya ke posisi Direktur Keuangan di sebuah pabrik baja lokal saat usianya masih sangat muda. Dari sana pula takdirnya berubah, ketika direktur pabrik yang sepuh memerintahkan Mordashov muda untuk membeli saham-saham pabrik dari para pekerja.

Upaya tersebut dilakukan agar aset perusahaan tidak jatuh ke tangan pihak asing atau oportunis luar. Hal itu sekaligus menjadi langkah awal Mordashov melangkah menjadi miliarder, dengan mengonsolidasikan mayoritas saham tersebut untuk dirinya sendiri.

Kini, Mordashov menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan baja Severstal yang ia pimpin sebagai CEO selama 19 tahun, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2015.

Pada 2022, ia sempat dikenakan sanksi oleh negara Barat dan segera mentrasfer kepemilikan aset-aset pentingnya, termasuk saham perusahaan rekreasi TUI dan perusahaan Nordglod. Kini, kepemilikan sahamnya di Severstal tersisa 77 persen setelah sempat kehilangan US$400 juta pada 2022 imbas sanksi Barat.

Sanksi Barat

Mordashov menjadi salah satu yang terdampak konflik Perang Ukraina dan Rusia hingga dijatuhi sanksi Barat sejak 2022 hingga saat ini. Salah satu alasannya, karena kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Saat sanksi dijatuhkan, Mordashov sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebut konflik sebagai "tragedi dua bangsa persaudaraan" dan menegaskan bahwa dirinya "sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketegangan politik saat ini".

Namun, Uni Eropa secara tegas menyatakan bahwa Mordashov adalah sekutu finansial Putin yang mendapatkan keuntungan dari aneksasi Krimea dan destabilisasi Ukraina. Akibatnya, aset-asetnya di Eropa (termasuk kapal pesiar mewah senilai ratusan juta dolar) dibekukan atau disita.

Tertutupnya akses ke pasar Barat, membuat Mordashov sepenuhnya merapat ke kubu Kremlin. Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, Mordashov secara bertahap memindahkan struktur kepemilikan Severstal dari perusahaan cangkang di luar negeri (offshore) ke wilayah yurisdiksi domestik Rusia.

Mordashov dan Putin

Pria yang memiliki tujuh anak tersebut diketahui dekat dengan orang nomor satu di Rusia, Vladimir Putin. Bukan hanya sebagai pengusaha, Mordashov juga menjadi bagian dalam lingkaran ekonomi krusial untuk stabilitas rezim Putin.

Kehadiran Severstal digadang-gadang sebagai wujud dukungan Mordashov untuk infrastruktur Rusia. Hal itu dilakukan dengan menyediakan lapangan kerja massal, hingga menyetorkan pajak dalam jumlah besar ke kas Negeri Beruang Putih tersebut.

Bos kelahiran Cherepovets 60 tahun lalu itu juga dipercaya mengamankan proyek-proyek strategis Rusia. Ia tak segan menginvestasikan kekayaannya di sektor-sektor yang menurut Putin penting untuk keamanan nasional.

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi