Beda Teknologi PET-CT dan SPECT-CT, Bantu Deteksi Kanker Lebih Akurat

3 hours ago 2

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Minggu, 26 Apr 2026 21:12 WIB

PET CT Scan dan SPECT CT Scan sama-sama berfungsi mendeteksi, namun keduanya memiliki prinsip yang berbeda dan saling melengkapi sesuai kebutuhan pasien. Ilustrasi. (Foto: iStock/FatCamera)

Jakarta, CNN Indonesia --

Meski deteksi dini adalah kunci penanganan penyakit, pada kenyataannya banyak penyakit yang baru terdiagnosis setelah memasuki tahap lanjut. Salah satu penyebabnya, karena keterbatasan akses terhadap teknologi medis canggih untuk deteksi dini.

Untuk itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan melalui Oncology Center menghadirkan PET CT Scan dan SPECT CT Scan sebagai teknologi kedokteran nuklir untuk mendeteksi fungsi dan aktivitas sel dalam tubuh.

dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyampaikan, PET CT Scan dan SPECT CT Scan sama-sama berfungsi mendeteksi, namun keduanya memiliki prinsip yang berbeda dan saling melengkapi, sesuai kebutuhan pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keduanya saling melengkapi, namun biasanya PET CT Scan digunakan dalam bidang onkologi untuk menilai metabolisme gula pada sel jinak maupun ganas, sedangkan SPECT CT Scan untuk mengevaluasi fungsi berbagai organ. Keduanya bertujuan menegakkan diagnosis yang lebih akurat," ujar dr. Lim.

Perbedaan PET CT Scan dan SPECT CT Scan

PET CT Scan berfokus untuk memeriksa aktivitas metabolisme sel, termasuk mendeteksi sel kanker yang aktif, menentukan stadium, mendeteksi penyebaran, serta memantau respons terapi dan kekambuhan.

Biasanya PET CT Scan sering dipakai pada berbagai jenis kanker seperti paru, payudara, tiroid, kolorektal, hati, limfoma, prostat, urologi, ginekologi (serviks, ovarium, endometrium), serta kanker kepala dan leher yang memerlukan evaluasi menyeluruh. PET CT Scan digunakan baik pada tahap diagnosis awal, staging, evaluasi pasca terapi, maupun pemantauan jangka panjang.

Sedangkan SPECT CT Scan berfokus menilai fungsi organ atau jaringan dan membedakan jaringan dan organ yang normal dan tidak normal, serta memberikan gambaran performa organ lebih terarah.

Penggunaan SPECT CT Scan tidak terbatas pada deteksi kanker, tetapi juga sering dipakai untuk mengevaluasi penyakit jantung, otak, paru-paru, ginjal, tulang, otak, serta kelenjar tiroid dan paratiroid, pemantauan pasca terapi yodium radioaktif (radioiodine), mendeteksi penyebaran kanker tulang, dan juga banyak digunakan pada kasus neurologi.

SPECT CT Scan membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan merencanakan terapi yang lebih tepat dan personal, hingga mengevaluasi respons terhadap pengobatan.

Baik PET CT Scan maupun SPECT CT Scan menggunakan teknologi terkini dengan keunggulan yang dapat mendukung pemeriksaan pasien, di antaranya paparan radiasi yang lebih rendah (low radiation technology), dengan resolusi yang lebih tinggi, sehingga mampu menghasilkan gambar yang lebih tajam dan akurat. Selain itu, proses pemeriksaannya relatif lebih cepat dan nyaman bagi pasien.

Pemeriksaan PET CT Scan dan SPECT CT Scan dilakukan berdasarkan keputusan klinis dari tim dokter berpengalaman yang tergabung dalam Tumor Board, yang berkolaborasi aktif untuk menyusun rencana perawatan terbaik bagi pasien.

Selain itu, terdapat dukungan Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama seluruh proses perawatan.

Jika Anda atau keluarga memerlukan layanan deteksi dini kanker dengan teknologi canggih PET CT Scan atau SPECT CT Scan, dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Mayapada Hospital. Penjadwalan konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi call center 150770 atau melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

Informasi seputar layanan Oncology Center dan layanan unggulan lainnya di Mayapada Hospital bisa diperoleh melalui MyCare dalam fitur Health Articles & Tips. Ada pula fitur Personal Health yang mendukung gaya hidup sehat dengan memantau detak jantung, menghitung jumlah langkah kaki, jumlah kalori terbakar, serta Body Mass Index (BMI).

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi