Billy Corgan dan Courtney Love Reunian, Bongkar Konflik Lama Dengan Kim Gordon

3 hours ago 3

Jakarta -

Dua ikon musik alternatif era 90-an, Billy Corgan dan Courtney Love, kembali dipertemukan dalam sebuah momen yang langsung menyita perhatian publik.

Lewat podcast The Magnificent Others, keduanya bukan hanya bernostalgia, tetapi juga membuka kembali luka lama-termasuk konflik mereka dengan Kim Gordon.

Dalam perbincangan panjang yang berlangsung hampir dua jam itu, Corgan dan Love mengulas kerasnya dinamika dunia musik indie di era 90-an.

Masa itu, menurut mereka, dipenuhi persaingan ketat hingga munculnya sosok-sosok penjaga gerbang yang menentukan siapa yang layak diterima di skena musik.


Courtney Love secara blak-blakan mengingat pengalaman pahitnya saat itu. Ia bahkan tak ragu menyebut bahwa Kim Gordon memiliki sikap yang sangat tidak menyenangkan.

"Dia benar-benar mengerikan di tahun 90-an," kenang Love.

Pernyataan tersebut langsung menghidupkan kembali konflik lama yang sempat memanas di balik layar industri musik alternatif. Corgan pun menimpali dengan pengalamannya sendiri yang tak kalah pahit.

"Aku adalah penggemar dan aku datang untuk menyampaikan belasungkawa dan aku diperlakukan dengan sangat kasar oleh mereka," ungkapnya.

Ketegangan ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam memoarnya Girl In A Band (2015), Kim Gordon juga pernah melontarkan kritik tajam kepada Love dan Corgan.

Ia bahkan menggambarkan Love dengan istilah yang cukup kontroversial, dan berujar adanya sisi manipulatif serta narsistik.

Namun di balik konflik tersebut, podcast ini juga membuka sisi lain hubungan Corgan dan Love yang cukup kompleks.

Keduanya pernah menjalin hubungan singkat di awal 90-an dan tetap terhubung dalam karya musik.

Corgan diketahui ikut terlibat dalam penulisan album Celebrity Skin milik band Hole, sementara Love disebut-sebut menjadi inspirasi di balik album ikonik Siamese Dream milik The Smashing Pumpkins.

Percakapan mereka juga menyinggung isu lama terkait peran Kurt Cobain dalam musik Hole.

Rumor yang menyebut Cobain menulis sebagian besar materi album Live Through This kembali dibahas, dan dibantah oleh mereka. Menurut Corgan, kontribusi Cobain sangat terbatas.

"Satu-satunya pengaruhnya pada album itu adalah satu bagian chorus," jelas Love dalam obrolan tersebut.

Diskusi ini memperlihatkan bagaimana kerasnya persaingan di era kejayaan musik alternatif, sekaligus membuka perspektif baru soal dinamika di balik karya-karya besar yang lahir saat itu.

Reuni Corgan dan Love bukan sekadar nostalgia, melainkan juga menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap industri musik, selalu ada cerita konflik, ego, dan perjuangan yang jarang terungkap ke publik.

(ikh/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi