Blak-blakan Oka Antara Perihal Bayaran Aktor, Film Action Lebih Mahal?

3 hours ago 1

Jakarta -

Oka Antara akhirnya buka suara soal isu yang sering bikin publik penasaran: sebenarnya berapa sih bayaran aktor, dan benarkah film action selalu dibayar lebih mahal?

Saat ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Oka tidak menampik bahwa genre action memang berpotensi memiliki nilai kontrak lebih tinggi dibanding drama biasa. Namun, ada alasan teknis di baliknya.

"Memang benar action bisa jadi lebih tinggi harganya. Karena jumlah hari syutingnya lebih banyak," kata Oka Antara.

Menurutnya, adegan action yang terlihat singkat di layar ternyata memakan proses panjang saat produksi. Satu adegan perkelahian saja bisa terdiri dari beberapa bagian teknis yang rumit.


"Karena satu kali fighting gitu terdiri dari 3, 4, 5 grid gitu, bisa seharian penuh, kadang bisa dua hari gitu. Kalau yang benar-benar pengin gak pulang pagi, jadi satu scene tuh bisa lama banget gitu bisa sampai seharian penuh," jelasnya.

Kompleksitas koreografi, pengambilan gambar berulang, hingga tuntutan stamina menjadi faktor utama mengapa durasi syuting lebih panjang-dan otomatis berdampak pada nilai bayaran.

Menariknya, Oka menyebut tren saat ini justru menunjukkan bahwa bayaran dari serial atau web series bisa melampaui film layar lebar.

Perkembangan platform OTT membuat sistem penghitungan penonton jadi lebih terukur.

"Malah kalau menurut aku di zaman sekarang gak harus cuma action sih. Kalau dari pengalaman aku di film akhir-akhir ini ya, bisa jadi series lebih besar dibandingin film," beber Oka Antara.

Ia menilai, platform digital memiliki data penonton yang jelas. Hal ini membuat produser lebih percaya diri dalam menggelontorkan anggaran besar.

"Karena kan film kan mungkin juga penontonnya belum jelas ketahuan berapa, kalau series sudah jelas ketahuan berapa. Jadi mereka sudah bisa memetakan penontonnya segini, segini, segini gitu. Dalam beberapa kasus, beberapa series bisa lebih mahal," tukasnya.

Pernyataan Oka Antara ini sekaligus mematahkan anggapan lama bahwa film layar lebar selalu menjadi proyek dengan bayaran tertinggi.

Di era digital saat ini, justru serial dengan basis penonton yang terukur bisa menawarkan nilai kontrak yang lebih menjanjikan.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi