Selular.id – Brian Kim, pendiri dan mantan CEO Kakao Corp, ditangkap atas tuduhan manipulasi saham dalam upaya pengambilalihan SM Entertainment pada awal 2023. Kim, yang memiliki kekayaan senilai US$5,4 miliar, membantah semua tuduhan dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam praktik ilegal selama memimpin perusahaan teknologi Korea Selatan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Kim menegaskan, “Selama karier saya, saya telah menghadiri ratusan pertemuan, tetapi tidak pernah sekali pun menyetujui hal ilegal atau menganggapnya sebagai bagian dari strategi kami.” Ia menambahkan bahwa integritas bisnis selalu menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya di Kakao Group.
Jaksa penuntut umum mengklaim bahwa Kim mengorganisir skema manipulasi saham saat Kakao terlibat persaingan sengit dengan Hybe Co. untuk menguasai SM Entertainment. Menurut laporan, Kim dan rekan-rekannya melakukan transaksi senilai sekitar 240 miliar won untuk menaikkan harga saham SM, menangkis tawaran Hybe, dan memastikan Kakao berhasil menguasai label K-pop tersebut.
Persidangan ini menandai kejatuhan dramatis bagi salah satu pemimpin teknologi paling terkemuka di Korea Selatan. Brian Kim sebelumnya dipuji karena berhasil menantang dominasi konglomerat keluarga tradisional dan membangun Kakao menjadi raksasa teknologi yang merambah berbagai aspek kehidupan digital masyarakat Korea Selatan.
Dampak penangkapan ini langsung terasa di pasar saham. Saham Kakao mengalami penurunan signifikan, memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan setelah jam kerja di Seoul dengan penurunan mencapai 4,6%. Investor tampak khawatir dengan perkembangan hukum yang dihadapi perusahaan tersebut.
Latar Belakang Persaingan Kakao dan Hybe
Persaingan antara Kakao dan Hybe Co. untuk menguasai SM Entertainment telah berlangsung intens sejak awal 2023. SM Entertainment, sebagai salah satu label K-pop terbesar di Korea Selatan, menjadi incaran strategis bagi kedua perusahaan yang ingin memperkuat posisi di industri hiburan digital.
Kakao, melalui anak perusahaannya Kakao Entertainment, telah mengembangkan portofolio konten hiburan yang signifikan. Pengambilalihan SM Entertainment akan memperkuat dominasi perusahaan di industri musik dan konten digital Korea Selatan.
Dampak terhadap Bisnis Kakao Group
Kakao Corp telah berkembang menjadi ekosistem digital yang mencakup berbagai layanan penting bagi 52 juta penduduk Korea Selatan. Perusahaan ini mengoperasikan layanan pesan instan KakaoTalk, perbankan digital, platform game, e-commerce, dan layanan pemesanan taksi.
Meskipun menghadapi tantangan hukum, operasional bisnis Kakao diperkirakan akan terus berjalan normal. Perusahaan telah memiliki struktur manajemen yang mapan dan tim eksekutif yang dapat menjaga kelangsungan operasi selama proses hukum berlangsung.
Analis industri memprediksi bahwa kasus ini akan menjadi ujian penting bagi tata kelola perusahaan teknologi Korea Selatan. Hasil persidangan Brian Kim dapat mempengaruhi regulasi dan pengawasan terhadap praktik bisnis di sektor teknologi negara tersebut.
Perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh investor global dan pemangku kepentingan industri teknologi. Keputusan pengadilan terhadap Brian Kim dapat memiliki implikasi jangka panjang bagi iklim investasi dan inovasi teknologi di Korea Selatan.