CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi Ratusan ribu anak di Indonesia terdeteksi hipertensi. Dokter ungkap pemicunya, dari kelainan jantung hingga gaya hidup buruk.. (iStock/GlobalStock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama ini, tekanan darah tinggi atau hipertensi sering dianggap sebagai 'penyakit orang tua'. Namun, data terbaru menunjukkan realita yang cukup mengejutkan. Hipertensi kini mulai mengincar anak-anak, dan penyebabnya ternyata tak sesederhana yang kita bayangkan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Mei 2026, dari 4,8 juta anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan di sekolah, terdapat sekitar 663.000 anak yang mengalami peningkatan tekanan darah.
Angka ini menjadi alarm bagi para orang tua untuk lebih peduli terhadap kesehatan buah hati sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Antara, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RSPI Yovi Kurniawati, menjelaskan bahwa pemicu hipertensi pada anak memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan orang dewasa.
Jika pada orang dewasa faktor utamanya sudah jelas, seperti stres, konsumsi garam berlebih, merokok, hingga obesitas, pada anak, penyebabnya sering kali lebih kompleks dan terkadang sulit terdeteksi secara kasat mata.
"Tekanan darah tinggi pada anak itu mungkin agak berbeda dengan dewasa. Pada anak itu memang rata-rata penyebabnya tidak diketahui (idiopatik), dan hanya beberapa persen yang bisa kita cari pastinya," ujar Yovi.
Meski banyak kasus yang penyebab pastinya masih misterius, Yovi menyebut beberapa kondisi medis yang kerap menjadi 'aktor intelektual' di balik tensi tinggi pada anak, di antaranya:
• Kelainan Struktur Jantung: Masalah bawaan pada organ jantung sejak lahir.
• Penyakit Jantung Koroner: Meski jarang, kondisi ini bisa terjadi pada anak dengan faktor risiko tertentu.
• Gangguan Ginjal: Masalah pada fungsi filtrasi ginjal yang berdampak pada tekanan darah.
• Arteritis Takayasu: Terjadinya peradangan pada pembuluh darah besar.
Selain faktor medis Yovi juga menyoroti bahwa gaya hidup tidak sehat tetap memegang peranan penting dalam meningkatkan peluang anak mengalami hipertensi di masa pertumbuhan mereka.
Berapa tensi normal untuk anak?
Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa standar tekanan darah anak tidak bisa disamaratakan. Angkanya sangat bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.
Secara umum, rentang tensi normal anak berada di angka 80/50 mmHg hingga 120/80 mmHg. Jika angka tersebut sudah mulai bergeser naik, intervensi medis diperlukan.
Apakah bisa sembuh?
Kabar baiknya, jika penyebab hipertensi tersebut adalah masalah medis yang bisa dikoreksi (seperti gangguan struktur tertentu), maka tekanan darah anak bisa kembali normal setelah diperbaiki.
Namun, untuk kasus yang penyebabnya tidak diketahui, dokter biasanya akan fokus pada langkah pengendalian.
"Kami hanya bisa mengontrol, misalnya dengan obat-obatan, pola makan yang dijaga, hingga perbaikan gaya hidup," tambah dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah tersebut.
Menjaga pola makan rendah garam, memastikan anak aktif bergerak, dan rutin melakukan cek kesehatan berkala adalah langkah terbaik agar buah hati terhindar dari risiko komplikasi jangka panjang akibat hipertensi.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
3

















































