Selular.ID – Para pengguna aplikasi kencan wajib memperhatikan kasus kekerasan yang dilakukan Taufik Hidayat.
Hal ini karena adanya kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terjadi pada seorang perempuan berinisal YTR (29) di kabupaten Bandung.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan masyarakat untuk waspada saat menggunakan media sosial dan aplikasi kencan.
Meutya mengatakan kasus ini jadi pengingat interaksi dari ruang digital harus dilakukan dengan hati-hati. Selain itu juga perlu dilakukan dengan literasi digital yang baik.
Baca juga:
- Aplikasi GoPay Eror, Emak-emak Dibikin Malu Tukang Sayur
- 7 Aplikasi Cari Teman untuk Perluas Circle Digital
“Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan yang sedang ditangani aparat menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Senin (29/6/2026).
“Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa interaksi yang berawal dari ruang digital, termasuk melalui aplikasi kencan berbasis lokasi harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik,” sambungnya.
Dia juga mengingatkan untuk tidak mudah percaya apapun yang ditampilkan di media sosial, termasuk pada aplikasi kencan, karena yang terjadi bisa saja sebaliknya.
Selain itu jaga data pribadi. Masyarakat diminta untuk tidak membagikan data sensitif, akses akun, lokasi real time, dan informasi lain yang bisa dilakukan untuk tindak kejahatan.
“Jangan mudah percaya pada apa yang ditampilkan di media sosial. Jangan tertipu. Apa yang kita lihat dan baca di sosial media, tidak terkecuali di aplikasi kencan seperti Tinder, belum tentu benar, bahkan bisa jadi sebaliknya. Mungkin saja semua itu hanya ilusi algoritma,” jelasnya.
“Jaga kendali atas data pribadi. Jangan membagikan data sensitif, akses akun, lokasi secara real time, maupun informasi lain yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan manipulasi, penipuan, atau tindak kejahatan,” dia menambahkan.
Interaksi Mencurigakan
Berikutnya adalah manfaatkan fitur keamanan yang ada di platform digital. Misalnya dengan fitur pelaporan, pemblokiran, dan berbagi lokasi dengan kontak terpercaya.
Masyarakat juga diminta menyetop interaksi dengan segera jika menemukan perilaku yang mencurigakan.
Meutya menegaskan ruang digital harus jadi ruang yang aman. Keamanan harus dibangun bersama oleh berbagai pihak, yakni platform, pemerintah dan juga pengguna ruang digital itu sendiri.
“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman. Keamanan itu dibangun bersama oleh platform yang bertanggung jawab, pemerintah yang menghadirkan tata kelola dan pengawasan, serta masyarakat yang semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” tegasnya.
Sebagai informasi, YTR diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan dalam waktu cukup lama. Bahkan dia mengalami luka serius karena hal tersebut.
Aparat telah menangkap tersangka Taufik Hidayat (30) yang sempat buron beberapa waktu lalu.



















































