Syawalan 1447 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Suasana Syawalan 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu (12/4/2025), menjadi ajang Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk melontarkan sejumlah gagasan strategis. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis ekonomi kerakyatan hingga kejutan dana hibah Rp1 miliar.
Di hadapan ratusan warga Muhammadiyah, Munafri mengungkapkan fakta bahwa volume sampah Kota Makassar saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah. Peran aktif masyarakat, termasuk organisasi sebesar Muhammadiyah, sangat dibutuhkan.
Ia meyakini bahwa sampah bukan sekadar masalah, melainkan peluang ekonomi jika dikelola dengan benar. Pemilahan sampah plastik yang punya nilai jual dan pengolahan sampah organik menjadi kompos adalah contoh nyata.
"Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga, jika dikelola dengan baik," ujar Munafri.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, telah mengembangkan metode pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga, termasuk memanfaatkan maggot (larva lalat) sebagai pengurai. Program ini diharapkan bisa menekan volume sampah sekaligus mendukung urban farming.
Bahkan, Munafri mengusulkan agar para kader Muhammadiyah membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi yang terhubung dengan ketahanan pangan.
"Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu digunakan untuk urban farming. Ini sistem yang saling terhubung," jelasnya.














































