Selular.ID – Bagi kalian yang penasaran cara kerja smart glasses atau kacamata pintar yang sempat viral di GIIAS, maka Selular telah merangkumnya.
Pasalnya, kacamata pintar kini tidak lagi sekadar perangkat untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan.
Generasi terbaru sudah dilengkapi kamera, mikrofon, konektivitas nirkabel, hingga kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna merekam video tanpa perlu mengeluarkan ponsel.
Salah satu contoh yang memperlihatkan bagaimana teknologi tersebut bekerja adalah Ray-Ban Meta.
Baca juga:
- Tak Ada Regulasi Penggunaan Smart Glasses hingga Larangan Penggunaan di GIIAS
- Tak Ada Regulasi Penggunaan Smart Glasses hingga Larangan Penggunaan di GIIAS
Produk hasil kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica ini mengintegrasikan kamera langsung ke dalam bingkai kacamata.
Meta juga terus mengembangkan lini tersebut, termasuk Ray-Ban Meta Gen 2 yang membawa kamera ultra-wide 12 MP dan kemampuan merekam video beresolusi lebih tinggi.
Namun, proses dari menekan tombol rekam hingga video muncul di galeri smartphone ternyata melibatkan beberapa tahapan.
Ada kamera yang menangkap gambar, prosesor yang mengolah data, penyimpanan sementara di kacamata, koneksi nirkabel, serta aplikasi pendamping di smartphone.
Selular telah merangkum sejumlah cara kerja smart glasses atau kacamata pintar yang bisa merekam tanpa ketahuan.
1. Tombol Rekam Mengaktifkan Kamera
Proses dimulai ketika pengguna menekan tombol capture yang terdapat pada bagian bingkai kacamata.
Pada Ray-Ban Meta, tombol tersebut menjadi salah satu metode utama untuk mengaktifkan kamera.
Pengguna juga dapat menggunakan perintah suara seperti “Hey Meta” untuk memulai atau menghentikan perekaman video.
Ketika perintah diterima, sistem akan mengaktifkan modul kamera yang tertanam pada bingkai.
Karena kamera berada di dekat mata pengguna, sudut pandang yang direkam relatif mengikuti apa yang sedang dilihat pemakai.
Inilah perbedaan utama dengan kamera smartphone. Pengguna tidak perlu mengangkat perangkat ke depan wajah untuk menentukan arah pengambilan gambar.
2. Kamera Menangkap Gambar dari Sudut Pandang Pemakai
Setelah kamera aktif, sensor mulai menangkap gambar secara berkelanjutan dan mengubah informasi visual menjadi data digital.
Pada generasi awal Ray-Ban Meta, Meta menggunakan kamera ultra-wide 12 MP yang dapat menghasilkan foto serta video 1080p dengan durasi hingga 60 detik.
Pada Ray-Ban Meta Gen 2, kemampuan kamera kemudian ditingkatkan untuk menghasilkan foto dan video 3K ultra-HD.
Artinya, kualitas video tidak hanya ditentukan oleh resolusi sensor.
Sistem juga harus mengatur pencahayaan dan pemrosesan gambar agar hasil rekaman tetap dapat digunakan dalam berbagai kondisi.
Kamera pada kacamata pintar modern bahkan dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungan secara otomatis.
Pada perangkat Meta Ray-Ban Display, misalnya, sistem kamera disebut dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar untuk menghasilkan tangkapan foto dan video yang konsisten.
3. Mikrofon Ikut Merekam Suara
Video tidak hanya membutuhkan gambar. Suara juga harus ditangkap secara bersamaan.
Ray-Ban Meta generasi awal menggunakan susunan lima mikrofon yang dirancang untuk menangkap suara dari berbagai arah ketika pengguna merekam video.
Meta menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang agar suara dari depan, samping, belakang, bahkan bagian atas dapat terekam secara lebih imersif.
Konsep ini penting karena posisi mikrofon berada di sekitar kepala pengguna.
Sistem harus memproses suara lingkungan dari posisi yang berbeda agar audio tetap terdengar sesuai dengan perspektif video.
Dengan demikian, kacamata pintar sebenarnya bekerja seperti perangkat kamera mini yang menggabungkan sensor gambar dan sistem audio dalam ruang yang sangat terbatas.
4. Lampu Indikator Menjadi Penanda Perekaman
Salah satu komponen penting pada kacamata berkamera adalah indikator visual.
Ketika kamera digunakan untuk mengambil gambar atau merekam video, lampu indikator digunakan untuk memberi tahu orang di sekitar bahwa kamera sedang aktif.
Pada Meta Ray-Ban Display, misalnya, capture LED menyala untuk menunjukkan bahwa kacamata sedang digunakan untuk mengambil foto atau merekam video.
Fitur tersebut bukan sekadar aksesori. Kehadiran kamera pada benda yang terlihat seperti kacamata biasa menimbulkan persoalan privasi yang berbeda dibandingkan kamera smartphone.
Karena itu, indikator perekaman menjadi bagian penting dari desain perangkat.
5. Video Tidak Langsung Berpindah ke Smartphone
Setelah proses perekaman selesai, file video tidak serta-merta berada di galeri smartphone.
Pada sistem Ray-Ban Meta, media yang direkam terlebih dahulu tersimpan pada perangkat kacamata.
Pengguna kemudian dapat mengimpornya ke smartphone melalui aplikasi pendamping Meta AI.
Meta menjelaskan bahwa media yang direkam dapat tetap tersimpan secara privat di kacamata sampai pengguna memilih untuk mengimpornya ke smartphone.
Hal ini menjelaskan mengapa kacamata pintar tetap dapat digunakan untuk merekam ketika smartphone tidak sedang dipegang.
Kacamata memiliki sistem penyimpanan dan pemrosesan internal yang memungkinkan hasil tangkapan ditampung sebelum dipindahkan.
Ilustrasi video






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)


















