CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 17:00 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa cara memilih susu yang tepat, salah satunya cermat membaca label kemasan. Jadi, apa saja yang perlu diperhatikan dalam label kemasan susu? (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Memilih susu yang tepat, apalagi untuk dikonsumsi oleh keluarga sangat penting. Hal ini karena tak semua susu kemasan yang ada di pasaran sama kualitasnya.
Tak semua produk menggunakan 100 persen susu segar. Ada yang mencampurnya dengan susu bubuk atau susu skim. Belum lagi rasa manisnya tak selalu dari laktosa, tetapi dari bahan pemanis tambahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana caranya memilih susu yang terbaik dan ideal untuk dikonsumsi? Kuncinya ada pada cara membaca label kemasan.
"Kita mulai campaign how the consumer to understand things. Baca label. Orang Indonesia somehow masih butuh edukasi itu," ujar Cindyanto Kristian, CEO Sewu Segar Nusantara, bagian dari Great Giant Foods (GGF) sekaligus distributor Hometown Artisan Dairy dalam konferensi pers pada Sabtu (6/5) di Summarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang.
Cara pilih susu dari membaca label kemasan
Natasha Johannes, Brand Director Hometown Artisan Dairy, menganjurkan agar konsumen melihat bahan yang paling pertama disebut dalam daftar bahan.
"Biasanya yang pertama itu komposisinya yang paling besar. Jadi kalau misalnya kita lihat yogurt, ditulisnya fresh milk, jadi kebanyakan dari fresh milk," ujarnya.
Produk susu yang menggunakan susu segar, biasanya akan menyebutkan "susu segar" atau "fresh milk" pada kemasan.
Kemudian disebutkan pula berapa persentase susu segar yang digunakan. Jika menggunakan susu skim atau susu bubuk, biasanya akan tertera "minuman susu" pada kemasan.
Cindyanto mengatakan, tak cuma pada susu, pada produk minuman lain juga prinsipnya sama. Jus buah, misalnya, bisa dilihat di kemasan apakah mengandung buah asli atau cuma perisa.
"Kami juga punya Sunpride Juice, kan. Coba dibalik [kemasannya], deh. Apakah itu jus 100 persen atau cuma perisa, atau cuma chemical content. Nah, itu penting kita baca. Nah ada pula content gula dan kalori [yang] orang Indonesia masih [perlu] belajar," ucap Cindyanto.
Senada dengan Natasha dan Cindyanto, Ahli Gizi Vrischika Chabella juga menekankan hal pertama yang harus dilihat konsumen adalah daftar komposisi.
"Dia harus ngomong juga, nih, susunya itu fresh milk atau susu UHT. Itu juga harus disebutkan dan kalau bisa komposisinya lebih sedikit, lebih baik," ujar Vrischika saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Vrischika juga mengatakan, jangan sampai menemukan bahan-bahan yang sulit untuk dieja pada kemasan. Soalnya, ada banyak produk kemasan yang mencantumkan nama-nama asing dalam daftar komposisinya.
"Kadang-kadang kalau kita lihat minuman makanan itu, ada stabilizer, ada pengawet, ada asam sorbat, dan sebagainya. Kalau bisa sih, as simple as we can. Kalau misalnya ada satu komposisi susu, ya susu, jangan ditambah yang lain-lain lagi," tutur Vrischika.
Kandungan gula sering kali disamarkan atau disebut dengan nama lain yang asing di telinga. Pada sebagian besar kemasan produk, sering dituliskan sebagai gula atau glukosa. Namun pada produk lain terkadang dicantumkan nama pemanis tambahan lainnya, semisal corn syrup.
"Jadi mungkin pas kita baca susunya, itu balik lagi komposisi. Kalau ada yang kita enggak mengerti, coba aja di-Googling atau di ChatGPT mungkin. Tanya, itu susunya tuh gulanya yang mana aja, sih," kata Vrischika.
Ciri-ciri susu yang tak layak konsumsi
Susu dalam kemasan idealnya disimpan di kulkas untuk menjaga kesegarannya. Apalagi susu yang kemasannya sudah dibuka, perlu segera diamankan di kulkas jika tak segera dihabiskan.
Lalu bagaimana cara mengetahui susu yang sudah tak layak konsumsi? Terlebih untuk susu yang kemasannya sudah dibuka dan lama disimpan di tempat dengan suhu ruangan.
"Susu yang sudah enggak layak diminum tuh biasanya berbau asam basi. Pertama itu, terus kalau misalnya dia dituang, itu dia jadi curdle (mengental)," ucap Vrischika.
Terkait kesegaran susu, susu pasteurisasi dengan suhu pemanasan yang rendah, perlu mendapatkan perhatian khusus karena mudah basi.
"Kalau susu pasteurisasi itu kan karena mereka enggak ada pengawet. Kalau misalnya di room temperature, itu sebenernya enggak boleh lama-lama, harus langsung masuk kulkas," kata Vrischika.
Susu pasteurisasi harus selalu berada dalam cold chain, artinya konsistensi suhu dinginnya harus terus dijaga. Vrischika mengatakan, jika dibiarkan lama dalam kondisi tak dingin, nanti bakteri bisa tumbuh subur.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
2

















































