China Kutuk Serangan ke Pasukan UNIFIL Lebanon yang Tewaskan 3 TNI

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

China mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau UNIFIL yang menewaskan prajurit TNI dalam beberapa hari terakhir. 

Serangan yang menargetkan pos penjaga perdamaian PBB ini berlangsung di tengah gempuran Israel ke Lebanon Selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah musuh Tel Aviv. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengecam serangan mematikan terhadap UNIFIL tanpa menyebut pihak tertentu.

"China mengutuk keras serangan mematikan ke Pasukan Penjaga Perdamaian di PBB. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan simpati sedalam-dalamnya bagi personel yang terluka," kata Mao Ning dalam konferensi pers pada Senin (30/3), dikutip situs resmi Kemlu China.

Lebih lanjut, Mao Ning menegaskan serangan apapun terhadap UNIFIL merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Serangan semacam itu, kata dia, sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan.

"China mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk meredakan ketegangan dan mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB," ucap Mao Ning.

Selain China, Spanyol juga memberi komentar soal serangan ke UNIFIL yang menewaskan anggota TNI.

[Gambas:Video CNN]

Sanchez juga mengancam tindakan tersebut, menyerukan penyelidikan menyeluruh, dan meminta Israel menghentikan serangan.

"Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan," kata Sanchez di media sosial X pada Senin (30/3).

Dia lalu berujar, "Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional."

Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas hanya dalam kurun waktu dua hari akibat konflik Israel dan Hizbullah.

Terbaru, dua anggota TNI tewas imbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3). Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

DI hari sebelumnya yakni pada 30 Maret, satu anggota TNI tewas di sekitar Adchit Al Qusayr.

Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, marah ke Israel usai tiga TNI tewas dalam serangan Israel di Lebanon Selatan.

"Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh peacekeepers PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006)," demikian rilis Kemlu Indonesia pada Selasa.

Lebanon terutama Lebanon Selatan membara sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi brutal ke Iran pada 28 Februari.

Milisi di Lebanon yang disebut-sebut didukung Iran, Hizbullah, meluncurkan serangan balasan ke Israel usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan lain tewas dalam serangan AS-Israel.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi