Daftar Rudal Punya Iran Buat Balas Gebuk Israel-Amerika Serikat

1 hour ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran bergerak cepat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior.

Teheran mengklaim telah membalas dengan menargetkan situs militer Israel dan fasilitas yang terkait dengan AS di berbagai wilayah, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertempuran ini memunculkan pertanyaan besar di kawasan dan pasar global, apakah konflik akan tetap terbatas atau berkembang menjadi kampanye militer berkepanjangan.

Melansir Al Jazeera, tidak seperti perang 12 hari pada Juni 2025, pembunuhan Khamenei dipersepsikan Teheran sebagai ancaman langsung terhadap kelangsungan Republik Islam.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut membalas kematian Khamenei sebagai "kewajiban dan hak yang sah" negara.

Tulang punggung daya tangkal Iran

Iran menjadikan program rudal sebagai inti strategi militernya, terutama karena angkatan udara masih bertumpu pada pesawat tempur yang relatif tua.

Rudal balistik jarak terjauh Iran diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000-2.500 kilometer, cukup untuk menjangkau Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk, meski tidak mampu mencapai daratan AS.

Rudal jarak pendek (±150-800 km): serangan cepat

Rudal jarak pendek dirancang untuk menghantam target militer terdekat dengan waktu peringatan minim. Sistem utamanya meliputi:

  • Shahab-1 dan Shahab-2
  • Fateh-110 dan Fateh-313
  • Zolfaghar
  • Qiam-1

Keunggulan kategori ini adalah kemampuan diluncurkan beruntun dalam krisis. Strategi serupa diterapkan Januari 2020 saat Iran menyerang Pangkalan Udara Ain al-Assad di Irak, menunjukkan dampak signifikan tanpa menyamai kekuatan udara AS.

Rudal jarak menengah (±1.500-2.000 km): memperluas konflik

Rudal jarak menengah memperluas medan konflik ke level regional. Sistem yang menjadi fondasi kemampuan serangan jauh Iran antara lain:

  • Shahab-3
  • Emad
  • Ghadr (Ghadr-1)
  • Khorramshahr
  • Sejjil
  • Kheibar Shekan
  • Haj Qassem

Sejjil menonjol karena berbahan bakar padat, memungkinkan kesiapan peluncuran lebih cepat. Dengan jangkauan ini, Israel serta fasilitas AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab berada dalam daftar target potensial.

Rudal jelajah dan drone: tekanan berlapis

Selain rudal balistik, Iran mengandalkan rudal jelajah dan drone. Meski lebih lambat, platform ini relatif murah dan bisa diluncurkan dalam jumlah besar.

Drone serangan satu arah dapat digunakan dalam gelombang berulang untuk melemahkan pertahanan udara dan menjaga bandara, pelabuhan, serta fasilitas energi tetap siaga selama berjam-jam, taktik saturasi yang berpotensi meningkat jika konflik berlanjut.

Ketahanan: kota rudal bawah tanah

Besarnya persediaan rudal memang menjadi faktor penting, namun dalam konflik yang berlarut-larut pertanyaan utamanya adalah seberapa lama Iran mampu mempertahankan tempo peluncuran setelah menghadapi serangan balasan.

Selama bertahun-tahun, Teheran memperkuat program rudalnya dengan membangun jaringan terowongan penyimpanan bawah tanah, pangkalan tersembunyi, serta lokasi peluncuran yang diproteksi di berbagai wilayah.

Infrastruktur ini menyulitkan upaya melumpuhkan kemampuan peluncuran secara cepat, sekaligus memaksa lawan mengantisipasi bahwa sebagian kapasitas rudal Iran akan tetap bertahan bahkan setelah gelombang serangan besar pertama.

Bagi para perencana militer, tingkat ketahanan tersebut berarti bahwa keputusan untuk terus menyerang infrastruktur rudal Iran berisiko memicu pertukaran serangan jangka panjang, alih-alih menghasilkan operasi singkat yang cepat dan menentukan.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi