FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jalur udara menuju ke sebagian besar wilayah di Timur Tengah mengalami penutupan secara mendadak.
Beberapa kota besar dunia seperti Dubai, Tel Aviv hingga Doha untuk sementara menutup jalur udaranya.
Ini merupakan respon sekaligus dampak dari serangan atau operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Qatar Airways menyatakan menghentikan sementara seluruh penerbangan. Maskapai Emirates yang berbasis di Dubai juga mengumumkan penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Dubai.
“Kami meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan ini atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan kami membantu mereka dengan penjadwalan ulang, pengembalian dana, atau pengaturan perjalanan alternatif,” kata Emirates dalam pernyataannya, dikutip dari CNBC, Minggu (1/3/2026).
Diketahui, langkah penutupan jalur udara ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan penumpan dan awak pesawat di tengah konflik yang terjadi.
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta awak kami tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Bandara-bandara Negara yang Ditutup
Berdasarkan data Flightradar24, ruang udara ditutup di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar.
Air India juga mengumumkan penghentian seluruh penerbangan ke Timur Tengah pada Sabtu.
Sementara itu, Lufthansa Group menyatakan menangguhkan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret, serta mengalihkan sejumlah rute untuk menghindari wilayah udara terdampak.
Harus Dialihkan
Selain penutupan jalur udara, ada juga insiden penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha dilaporkan berbalik arah di dekat Spanyol dan kembali ke Philadelphia pada Hari Sabtu.

















































