Dampak Krisis Iklim, Penguin Kaisar Terancam Punah

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Populasi penguin kaisar atau emperor penguin kini berada di ambang kepunahan setelah dampak krisis iklim kian nyata menghantam habitat mereka di Antarktika.

Kondisi ini membuat Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) resmi menaikkan status spesies ini menjadi "terancam punah."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penetapan ini dipicu oleh fenomena mencairnya es laut yang menjadi tempat berkembang biak utama penguin kaisar.

Satwa ini sangat bergantung pada es laut yang menempel kuat di pesisir atau "fast ice" selama sekitar sembilan bulan dalam setahun. Di sanalah anak-anak penguin menetas dan tumbuh hingga memiliki bulu tahan air.

Namun, pemanasan global membuat luas es laut di Antarktika terus menyusut sejak 2016. Ketika es pecah lebih awal, koloni penguin bisa runtuh dan anak-anak penguin yang belum siap berenang akan jatuh ke laut dan tenggelam.

Jika mereka berhasil keluar dari air, tubuh mereka yang basah membuat mereka rentan mati membeku.

Pada 2022, empat dari lima lokasi berkembang biak penguin kaisar di Laut Bellingshausen dilaporkan runtuh, menewaskan ribuan anak penguin. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di Laut Weddell pada 2016.

Saat ini, populasi penguin kaisar diperkirakan mencapai sekitar 595 ribu individu dewasa. Namun jumlah tersebut telah menyusut sekitar 10 persen dalam kurun 2009 hingga 2018.

Jika tren ini berlanjut, IUCN populasi diproyeksikan bisa berkurang hingga setengahnya pada 2080-an.

"Perubahan status penguin kaisar menjadi terancam punah adalah peringatan keras bahwa perubahan iklim mempercepat krisis kepunahan di depan mata kita," ujar CEO BirdLife International Martin Harper, dikutip dari The Guardian, Kamis (9/4).

Para ilmuwan menilai perubahan iklim akibat aktivitas manusia menjadi ancaman terbesar bagi spesies ini.

Ekolog laut Philip Trathan menyebut pecahnya es laut lebih awal telah mengganggu siklus hidup penguin, mulai dari proses berkembang biak hingga mencari makan.

"Penguin kaisar adalah spesies indikator yang menunjukkan bagaimana kondisi lingkungan kita berubah," katanya.

Tak hanya penguin, dampak krisis iklim juga dirasakan satwa lain di Antarktika. Populasi anjing laut berbulu Antarktika dilaporkan turun lebih dari 50 persen sejak tahun 2000 akibat berkurangnya krill, sumber makanan utama mereka.

Krill semakin sulit ditemukan karena suhu laut yang meningkat memaksa organisme kecil tersebut bergerak ke perairan yang lebih dalam dan dingin.

Sementara itu, anjing laut gajah selatan atau southern elephant seal juga masuk kategori rentan setelah wabah flu burung pada 2020 memusnahkan lebih dari 90 persen anak di beberapa koloni.

Organisasi lingkungan seperti WWF memperingatkan bahwa tanpa tindakan cepat, penguin kaisar bisa menuju kepunahan pada akhir abad ini. Mereka menyarankan beberapa tindakan mendesak seperti pengurangan emisi karbon hingga nol hingga perlindungan khusus terhadap habitat mereka.

"Nasib burung-burung ini ada di tangan kita," kata penasihat WWF Inggris, Rod Downie.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi