Jakarta, CNN Indonesia --
Hampir semua negara di dunia memiliki kesatuan elite (khusus) di dalam pasukan militernya, termasuk pula Indonesia sejak perjuangan kemerdekaannya.
Berawal saat masih bernama Tentara Republik Indonesia (TRI) di awal kemerdekaan hingga Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di era Orde Baru (Orba), dan pascareformasi hingga kini bernama Tentara Nasional Indonesia (TNI), para pasukan elite itu terdapat di semua matra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari berbagai sumber, termasuk situs resmi Kemenhan dan TNI, berikut profil singkat beberapa pasukan tentara elite yang dimiliki Indonesia.
TNI AD
Kopassus
Identik dengan baret merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) secara resmi telah ada sejak 16 April 1952. Pasukan elite ini berawal dari Kesatuan Komando TT III/Siliwang yang lahir untuk menghadapi pemberontakan RMS dan DI/TII. Namanya lalu berubah menjadi RPKAD, Kopassandha, hingga akhirnya resmi menjadi Kopassus.
Dalam sejarahnya, Kopassus terlibat dalam berbagai operasi penting dari mulai Trikora, Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Operasi Seroja di Timor Timur, hingga pembebasan sandera Mapenduma.
Dalam tubuh Kopassus terdapat Satuan 81/Penanggulangan Teror (Gultor 81) dibentuk pada 1981, di mana komandan pertamanya adalah Luhut Binsar Pandjaitan dan duduk sebagai wakil adalah Prabowo Subianto--Presiden RI saat ini.
Tontaipur Kostrad
Peleton Intai Tempur (Tontaipur) adalah unit pengintai tempur di bawah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Walau bukan pasukan khusus seutuhnya seperti Kopassus, prajurit Taipur memiliki kemampuan infiltrasi medan, pengintaian strategis, dan penyerangan yang terbatas. Untuk beberapa operasi, Taipur kerap dilibatkan mendukung pasukan tempur utama dalam misi.
TNI AL
Denjaka
Detasemen Jalamangkara atau Denjaka merupakan pasukan elite yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Dibentuk pada 1984, pasukan elite baret ungu ini memiliki spesifikasi di bidang antiterorisme bagian maritim seperti sabotase laut dan mengatasi pembajakan kapal laut.
Walaupun berada di bawah Angkatan Laut, Denjakam juga memiliki kemampuan lintas matra mencakup laut, udara, dan intelijen.
Dalam latihannya, prajurit Denjaka dilatih untuk menyusup melalui perairan, penyerbuan udara, pertempuran di darat dalam skenario yang kompleks yang jarang terekspos publik.
Taifib
Batalyon Intai Amfibi (Taifib) atau kini disebut Detasemen Taifib berada di bawah Korps Marinir sejak 196.
Prajurit Taifib adalah tentara pilihan dari satuan Marinir. Prajurit Taifib memiliki kemampuan melakukan infiltrasi pantai, pengintaian strategis, hingga operasi khusus laut-darat. Dalam beberapa operasi, Taifib bekerja sama dengan Kopaska.
Pasukan Khusus TNI AL melakukan penyelaman tempur saat Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Pulau Damar, DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Kopaska
Komando Pasukan Katak atau Kopaska telah berada sebagai pasukan elite TNI AL sejak 31 Maret 1962.
Pasukan ini memiliki kemampuan khusus dalam demolisi bawah air, sabotase kapal, dan infiltrasi pantai. Dalam perkembangannya, Kopaska juga terlibat dalam operasi amfibi bersama Taifib.
Selain kemampuan tempur, Kopaska juga dikenal karena keahliannya dalam misi penyelamatan dan evakuasi bawah air. Salah sautnya kerap dilibatkan dalam pencarian korban kecelakaan di perairan.
TNI AU
Kopasgat
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) adalah pasukan elite dari TNI AU yang identik dengan baret oranye.
Mulanya bernama Pasukan Gerak Tjepat (PGT) saat dibentuk pada 1947, lalu pernah diubah menjadi Paskhas. Kemudian sejak 2022 lalu, nama pasukan elite ini dikembalikan jadi gerak cepat alias Kopasgat.
Tugas utama Kopasgat adalah merebut dan mempertahankan pangkalan udara, melaksanakan operasi lintas udara, serta mendukung operasi udara-darat. Salah satu yang spesial dari Kopasgat adalah kemampuan melakukan operasi pembentukan dan pengoperasian pangkalan udara.
Setiap prajuritnya harus bisa berkoordinasi untuk merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk menyiapkan pendaratan pesawat beserta penerjun pasukan.
Satbravo 90
Satuan Bravo 90 atau Satbravo 90 merupakan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dari TNI Angkatan Udara. Diresmikan pada 12 Februari 1990.
Kelahiran Satbravo 90 dipicu dari berbagai kisah pembajakan pesawat di berbagai negara, seperti Airbus A300B4-203 Air France Flight 139 di Bandara Entebbe Uganda pada 1976. Lalu pesawat Boeing 737 yang terbang dari Mallorca, Spanyol, menuju Jerman, pada 1977. Serta pesawat DC-9 Garuda Woyla pada 1981.
Dua prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU turun dari Helikopter NAS-332 Super Puma beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Mabes TNI
Koopsus
Di tingkat pusat, Mabes TNI memiliki pasukan khusus yang pasukannya berasal dari tiga matra yakni Komando Operasi Khusus atau Koopssus.
Pasukan elite itu secara resmi dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Sususan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Perpres tersebut ditandatangani dan mulai berlaku sejak 3 Juli 2019.
Koopssus bertugas untuk menyelenggarakan operasi khusus dan memberikan dukungan dalam operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi, guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.
Susunannya terdiri dari Komando Pertahanan Udara Nasional; Komando Gabungan Wilayah Pertahanan; Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat; Komando Pasukan Khusus; Komando Daerah Militer; Komando Armada; Komando Lintas Laut Militer; dan Komando Operasional TNI Angkatan Udara.
Koopsus berada langsung di bawah kendali Panglima TNI, memungkinkan pengerahan cepat dalam menghadapi ancaman strategis
(fam/kid)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
2















































