Dipuji Dunia, Kakak RA Kartini Pilih Hidup Sederhana Tanpa Harta

1 hour ago 1

Jakarta -

Nama RA Kartini begitu dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Namun di balik sosok Kartini, ada anggota keluarga lain yang tak kalah menarik untuk dikenang, yakni kakaknya, Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono.

Sosrokartono dikenal sebagai tokoh cerdas dengan kemampuan luar biasa di bidang bahasa. Ia disebut menguasai puluhan bahasa dunia dan pernah menorehkan kiprah penting di tingkat internasional pada masa kolonial. Lalu, seperti apa sosok Sosrokartono dan perjalanan hidupnya? Berikut kisahnya. 

1. Menguasai Puluhan Bahasa

Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara, pada 10 April 1877. Sejak muda, ia dikenal memiliki kecerdasan luar biasa, terutama dalam bidang bahasa dan sastra. Kemampuan inilah yang kemudian membuat namanya dikenal jauh melampaui Hindia Belanda.


Berbagai sumber menyebut Sosrokartono menguasai sekitar 35 hingga 36 bahasa. Di antaranya bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Arab, Latin, Yunani, Sanskerta, hingga sejumlah bahasa daerah Nusantara. Ia juga disebut memahami bahasa-bahasa langka yang jarang dikuasai orang Eropa pada masa itu.

Kemampuan tersebut menjadikannya sosok poliglot langka. Pada zamannya, kemampuan berbahasa asing sebanyak itu adalah pencapaian luar biasa, terlebih bagi seorang pribumi dari wilayah jajahan.

2. Menempuh Pendidikan di Universitas Leiden

Ketertarikan Sosrokartono terhadap ilmu pengetahuan dan literasi sudah terlihat sejak ia kecil. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Belanda dan menjadi bagian dari generasi awal pelajar Indonesia yang menempuh studi di Eropa.

Sosrokartono belajar di Universitas Leiden, salah satu kampus tertua dan paling bergengsi di Belanda. Ia mengambil bidang Bahasa dan Kesusastraan Timur, sesuai minat besarnya pada dunia linguistik dan kebudayaan.

Selama masa studi, bakat bahasanya berkembang pesat. Ia bahkan dikenal mampu berkomunikasi dalam banyak bahasa dengan fasih, sesuatu yang membuat kalangan akademik Eropa saat itu terkesan.

3. Orang Indonesia Pertama yang Berpidato di Kongres Bahasa Eropa

Kecerdasan Sosrokartono membawanya mencetak sejarah penting. Pada September 1899, ia menjadi orang Indonesia pertama yang berpidato dalam kongres bahasa Algemeen Nederlandsch Verbond di Gent, Belgia.

Pencapaian ini sangat besar untuk ukuran masa kolonial. Saat banyak pribumi belum mendapat akses pendidikan setara, Sosrokartono justru tampil di forum internasional dan berdiskusi dengan kalangan intelektual Eropa.

Momen tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan anak bangsa mampu bersaing di panggung dunia, bahkan sejak awal abad ke-20.

4. Wartawan Perang Dunia I

Karier Sosrokartono semakin bersinar ketika ia dipercaya menjadi wartawan perang internasional untuk surat kabar ternama Amerika Serikat, The New York Herald. Ia dikenal sebagai salah satu jurnalis Asia yang berhasil menembus liputan konflik global saat itu.

Dalam tugasnya, ia meliput berbagai peristiwa penting selama Perang Dunia I. Kemampuannya berbahasa membuatnya mudah berkomunikasi dengan banyak pihak, mulai dari tentara, diplomat, hingga masyarakat sipil dari berbagai negara. Ia juga menulis dalam empat bahasa utama yaitu Inggris, Spanyol, Rusia, dan Perancis.

Ia bahkan disebut mendapat pangkat Mayor Kehormatan dari militer Sekutu agar dapat mengakses area perang. Hal ini menunjukkan betapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya.

5. Berhasil Meliput Perundingan Rahasia

Salah satu pencapaian jurnalistik paling terkenal dari Sosrokartono adalah ketika ia berhasil meliput perundingan rahasia gencatan senjata antara pihak Sekutu dan Jerman menjelang akhir Perang Dunia I.

Pertemuan itu berlangsung sangat tertutup dan dijaga ketat. Namun berkat kecerdasan, jaringan luas, serta kemampuannya membaca situasi, Sosrokartono mampu memperoleh informasi penting yang bernilai tinggi bagi dunia pers. Keberhasilan tersebut membuat namanya semakin dihormati di kalangan jurnalistik internasional.

6. Menjadi Penerjemah Liga Bangsa-Bangsa

Setelah perang usai, kemampuan bahasa Sosrokartono kembali membawanya ke panggung dunia. Ia dipercaya menjadi penerjemah resmi di Liga Bangsa-Bangsa pada periode 1919 hingga 1921.

Liga Bangsa-Bangsa sendiri merupakan organisasi internasional yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Posisi penerjemah saat itu sangat penting karena menjadi penghubung komunikasi antarnegara. Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Sosrokartono diakui secara global sebagai ahli bahasa dengan kapasitas luar biasa.

7. Sosok yang Menginspirasi R.A. Kartini

Di balik pemikiran maju RA Kartini, Sosrokartono disebut memiliki pengaruh besar. Sebagai kakak, ia banyak memperkenalkan buku, wawasan baru, dan gagasan modern dari Eropa kepada Kartini.

Lewat surat-surat Kartini, terlihat bagaimana sang pahlawan perempuan sangat menghormati kakaknya. Sosrokartono menjadi salah satu sosok intelektual yang membuka cakrawala berpikir Kartini tentang pendidikan dan kebebasan perempuan.

8. Menjalani Kehidupan Spiritual di Masa Tua

Setelah kembali ke Indonesia, Sosrokartono memilih jalan hidup yang berbeda. Ia tak lagi aktif di panggung internasional, melainkan lebih dekat dengan masyarakat sebagai tokoh spiritual dan penyembuh.

Ia dikenal membantu banyak rakyat kecil melalui metode pengobatan yang populer disebut sebagai ajaran "Alif". Banyak orang datang kepadanya untuk meminta pertolongan kesehatan maupun nasihat hidup. Karena sikapnya yang sederhana dan suka menolong, Sosrokartono dihormati bukan hanya sebagai cendekiawan, tetapi juga sosok bijaksana.

9. Wafat dan Warisan Pemikiran

Sosrokartono wafat pada 8 Februari 1952 di Bandung. Jenazahnya dimakamkan di Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berdampingan dengan makam kedua orang tuanya.

Pada nisannya terukir kalimat filsafat Jawa yang sangat terkenal: Sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tan ngasorake. Artinya kaya tanpa harta, sakti tanpa jimat, menyerbu tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan. Kalimat ini seolah merangkum perjalanan hidup Sosrokartono, seorang jenius yang memilih rendah hati dan mengabdikan ilmunya untuk banyak orang.

(Steffy Gracia/dis)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi