FAJAR.CO.ID - Eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran tidak hanya mengguncang stabilitas geopolitik global, tetapi juga memperlihatkan betapa pentingnya kemajuan pendidikan, riset, dan teknologi dalam menghadapi konflik modern. Andi Arief, elite Partai Demokrat, menyoroti bahwa Indonesia masih tertinggal dalam hal kapasitas teknologi, sehingga memilih "jalan aman" menjadi strategi yang wajar bagi negara ini.
Perang Modern dan Kecanggihan Teknologi
Konflik militer saat ini semakin bergantung pada teknologi tinggi seperti sistem pertahanan udara berlapis, drone otonom, perang siber, dan kecerdasan buatan. Keunggulan riset dan pendidikan tinggi menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi pertahanan. Seorang pengamat hubungan internasional menegaskan bahwa kualitas inovasi dan integrasi data intelijen kini lebih menentukan kemenangan daripada sekadar jumlah pasukan.
Andi Arief melalui akun X pribadinya pada 4 Maret 2026 menilai bahwa perang yang terjadi menunjukkan kemajuan teknologi pihak-pihak yang terlibat, sementara Indonesia masih jauh tertinggal. Pernyataan ini memicu diskusi luas mengenai kesiapan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
"Jalan Aman" sebagai Pilihan Strategis Indonesia
Frasa "memilih jalan aman" yang digunakan Andi Arief diinterpretasikan sebagai dorongan agar Indonesia bersikap realistis dalam menentukan kebijakan luar negeri. Indonesia dikenal mengusung prinsip bebas aktif, tidak memihak blok kekuatan tertentu, namun tetap menjaga perdamaian dunia.
Beberapa kalangan melihat pernyataan tersebut sebagai ajakan untuk menghindari manuver geopolitik agresif tanpa dukungan kekuatan ekonomi dan teknologi yang memadai. Namun, ada pula yang memandangnya sebagai kritik terhadap ambisi kebijakan yang belum didukung kesiapan struktural nasional.


















































