Fenomena Gerhana Bulan Total akan Terjadi Dua Kali di Tahun 2026, Ini Dampaknya Bagi Ilmu Pengetahuan

5 hours ago 1
Gerhana bulan. (Foto: REUTERS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pada tahun 2026, fenomena gerhana bulan total akan terjadi sebanyak dua kali, salah satunya pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Gerhana Bulan Total ini menjadi momen langka yang menarik perhatian karena Bulan akan tampak berwarna merah saat puncak gerhana, sebuah fenomena yang memukau sekaligus memiliki nilai ilmiah penting.

Fase dan Waktu Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total terdiri dari tujuh fase utama yang dimulai dengan Gerhana Penumbra pada pukul 15.42 WIB dan berakhir pada 21.24 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 18.33 WIB, saat Bulan berada sepenuhnya dalam bayangan inti Bumi atau umbra.

Fase-fase tersebut meliputi Gerhana Penumbra mulai (P1), Gerhana Sebagian mulai (U1), Gerhana Total mulai (U2), puncak gerhana, Gerhana Total berakhir (U3), Gerhana Sebagian berakhir (U4), dan Gerhana Penumbra berakhir (P4).

Asal Warna Merah pada Bulan Saat Gerhana

Warna merah yang terlihat pada Bulan selama gerhana disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan, di mana gelombang pendek seperti biru tersebar lebih banyak sementara gelombang panjang seperti merah dapat menembus dan mencapai permukaan Bulan.

Fenomena ini membuat Bulan terlihat kemerahan pada saat puncak gerhana jika langit cerah, sebuah efek yang sering disebut sebagai "Blood Moon".

Observasi dan Keamanan Melihat Gerhana Bulan

Gerhana Bulan dapat diamati dengan mata telanjang tanpa risiko bahaya, berbeda dengan gerhana Matahari yang berbahaya jika dilihat langsung. Melansir dari Universitas Negeri Surabaya, fenomena ini aman karena yang terlihat hanyalah pantulan cahaya dari Bulan, bukan radiasi langsung dari Matahari.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi