Filipina Siapkan Rp5,6 T Demi Perkuat Pasokan Energi

12 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Filipina menyiapkan 20 miliar peso setara US$333 juta atau Rp5,62 triliun (asumsi kurs Rp16.900 per dolar) untuk memperkuat pasokan bahan bakar nasional usai pengumuman status darurat energi.

Mengutip Reuters, Kementerian Energi Filipina menyampaikan dana tersebut disiapkan sebagai upaya antisipasi di tengah naiknya harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.

"Langkah ini menunjukkan tekad kuat pemerintah untuk melindungi rakyat Filipina dari guncangan pasokan eksternal, serta memastikan ketersediaan bahan bakar yang berkelanjutan memadai dan andal di seluruh negeri," tulis pernyataan resmi Kementerian Energi Filipina

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Ferdinand Marcos Jr sebelumnya menetapkan status darurat energi nasional pada Selasa (24/3) menyusul meningkatnya risiko konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilai mengancam pasokan energi negaranya.

Dalam pernyataannya, Marcos menyebut situasi tersebut sebagai "bahaya yang segera terjadi" terhadap keamanan energi Filipina, seiring ketidakpastian pasar global dan potensi lonjakan harga minyak dunia.

Pemerintah pun membentuk komite khusus untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan kebutuhan pokok, mulai dari bahan bakar, pangan, obat-obatan, hingga produk pertanian.

Melalui perintah eksekutif yang dibagikan kepada media, Marcos menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah telah memicu gangguan rantai pasok global serta volatilitas tinggi pada harga energi internasional.

"Deklarasi darurat energi nasional ini memungkinkan pemerintah mengambil langkah responsif dan terkoordinasi sesuai hukum yang berlaku, guna menghadapi risiko gangguan pasokan energi global dan dampaknya terhadap ekonomi domestik," ujar Marcos, mengutip CNA.

Status darurat ini akan berlaku selama satu tahun. Dalam periode tersebut, pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan pengadaan bahan bakar dan produk minyak bumi guna menjamin pasokan tetap mencukupi dan tepat waktu.

Bahkan, pemerintah juga dapat melakukan pembayaran sebagian kontrak di muka jika diperlukan.

Sementara itu, Menteri Energi Filipina Sharon Garin mengungkapkan bahwa cadangan bahan bakar negara itu saat ini hanya cukup untuk sekitar 45 hari, berdasarkan tingkat konsumsi saat ini.

Pemerintah Filipina kini tengah berupaya mengamankan tambahan pasokan dengan menargetkan pembelian sekitar 1 juta barel minyak dari berbagai negara, baik di dalam maupun luar kawasan Asia Tenggara, sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan energi nasional.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi