Jakarta -
Perubahan cara pandang soal cinta dan masa depan bisa datang dari arah yang tak terduga. Hal itu yang kini dirasakan Sitha Marino setelah menjalin hubungan dengan Bastian Steel.
Aktris berusia 26 tahun tersebut akhirnya mulai membuka suara tentang pandangannya terhadap pernikahan.
Ia memilih untuk tidak terjebak dalam tekanan sosial, termasuk membandingkan diri dengan lingkungan sekitar Bastian Steel yang sebagian sudah menikah.
Baginya, setiap hubungan memiliki waktunya masing-masing, dan tidak bisa dipaksakan hanya demi memenuhi ekspektasi orang lain.
"Menurut aku tuh marriage is not something yang harus kita kejar-kejar gitu. Semua orang tuh punya waktunya sendiri dan aku gak pernah mau memaksakan. Kayak contoh, 'Oh teman-temannya Babas udah pada nikah nih, aku harus wajib,' gak. Jadi masuknya kayak just gonna wait for my time. Aku gak pernah memaksakan itu. Jadi kayak, ya udah when is the right time, ya udah gas aja gitu," ungkap Sitha Marino.
Dulu, konsep membangun rumah tangga bahkan tidak masuk dalam rencana hidupnya. Ia justru membayangkan masa depan yang mandiri tanpa komitmen pernikahan.
"Memang sebelum pas aku sama Bastian, aku emang gak memikirkan yang namanya marriage gitu. Jadi yang aku pikirkan ya udah, aku pengin jadi tante dari ponakan-ponakan aku. Just wanna be rich aunty ajalah," kata Sitha Marino.
Waktu berjalan, kedekatannya dengan Bastian Steel perlahan mengubah perspektif tersebut. Rasa nyaman yang ia temukan membuatnya mulai melihat pernikahan dari sisi yang lebih hangat dan realistis.
"Terus tiba-tiba aku ketemu Bastian, akhirnya aku ngerasa kayak... hmm... I think marriage is not that bad. Okelah. Terus lama-lama baru kayak aku ngerasa kayak, I think marriage is fine, gak apa-apa, gak ada masalah gitu," ungkapnya.
Kini, keyakinannya bahkan semakin jelas. Jika sebelumnya hanya sebatas kemungkinan, sekarang ia mengaku sudah membuka diri untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
"Jadi sekarang aku mikir kayak, ya why not, bolehlah, mau banget malah," tutupnya.
Meski begitu, Sitha Marino menegaskan bahwa keinginan tersebut tidak berarti harus diwujudkan secepat mungkin.
Pandangan ini memperlihatkan sisi dewasa Sitha Marino dalam menjalani hubungan. Bukan soal cepat atau lambat, tapi tentang kesiapan dan waktu yang benar-benar tepat.
(ikh/ikh)
Loading ...

5 hours ago
5

















































