Gaslighting Bikin Hubungan Rusak, Kenali Tanda-tandanya Sebelum Terlambat

3 hours ago 1

Jakarta -

Istilah gaslighting tentunya sudah banyak dikenal, terutama berkaitan dengan hubungan romantis. Meski demikian, tak sedikit yang masih belum memahami apa sebenarnya aksi gaslighting, padahal tindakan ini bisa merusak sebuah hubungan.

Tanda-tanda aksi gaslighting perlu untuk dikenali sebelum terlambat. Gaslighting sendiri secara sederhana merupakan bentuk respons dalam argumen yang membuat lawan bicara meragukan diri mereka sendiri.

Menurut psikiater Owen Scott Muir, gaslighting bisa menjadi sebuah tindakan manipulasi emosi yang tidak terlihat. Tindakan ini juga disebut menjadi upaya seseorang untuk memiliki kontrol terhadap orang lain.

Menjadi tindakan manipulasi emosi yang cenderung tidak terlihat, tanda-tanda gaslighting perlu dikenali sebelum terlambat agar tidak merusak hubungan. Berikut merupakan ulasannya.


Tanda-tanda Gaslighting yang Perlu Diwaspadai

Manipulasi lewat tindakan gaslighting umumnya membuat seseorang ragu akan pandangan mereka sendiri. Hal ini lebih banyak terlihat saat sedang berargumen, ketika pihak yang mendapatkan gaslighting pada akhirnya sering meragukan atau bahkan menyalahkan diri sendiri.

Gaslighting bisa dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut:

  • Sering mengecilkan atau tidak memberikan validasi atas perasaan lawan bicara.
  • Menghindari tanggung jawab atas tindakan sendiri.
  • Sering berbohong.
  • Sering mengungkit sebuah kejadian secara berbeda.
  • Menggunakan kata-kata seperti paranoid, terlalu reaktif, dramatis, terlalu sensitif, bahkan gila.
  • Ikut meragukan diri sendiri.
  • Bersikap terlalu reaktif atau intens meski tidak diperlukan.

Tindakan gaslighting bisa memicu depresi karena pelaku sering kali membuat individu yang mengalami tindakan itu jauh dari teman dan keluarga yang seharusnya menjadi sistem dukungan bagi korban.

Mereka juga membuat korban merasa ragu dengan diri sendiri dan tak punya pendirian kuat tentang sesuatu, terutama soal hubungan yang dijalani. Pelaku gaslighting akan membuat korban merasa bahwa mereka telah bersikap berlebihan terhadap sesuatu.

Tindakan pelaku gaslighting yang 'mengingat' sebuah kejadian dengan kronologi berbeda juga membuat korban semakin merugikan diri sendiri. Narasi yang diubah bisa membuat korban selalu merasa salah dalam sebuah argumen.

Pada akhirnya, tindakan gaslighting bisa memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan mental korban. Berada dalam kondisi bingung dan ragu terhadap diri sendiri bisa mengganggu keseharian mereka, terutama soal mengambil keputusan.

Memahami tanda-tanda gaslighting bisa membantu kita menghindari tindakan ini dan mempertahankan kondisi mental yang baik.

(asw)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi