Gedung Putih Tuding China Curi Teknologi Mutakhir AS Besar-besaran

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih menuduh sejumlah entitas asing yang berbasis di China melancarkan serangan besar-besaran untuk mencuri model kecerdasan buatan paling mutakhir (frontier AI) dari perusahaan Amerika Serikat.

Hal ini terungkap dari memo resmi Michael Kratsios, Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, yang dirilis pada Kamis (23/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kratsios, dalam memo tersebut, menjelaskan bahwa upaya ini melibatkan puluhan ribu akun samaran agar tidak terdeteksi, serta penggunaan perangkat kompleks untuk membongkar informasi rahasia perusahaan.

"Kampanye-kampanye terkoordinasi ini secara sistematis mengeksploitasi kemampuan model-model kecerdasan buatan Amerika, dengan memanfaatkan keahlian dan inovasi Amerika," kata Kratsios dalam memo tersebut, melansir CNN, Senin (27/4).

AS dan China saat ini sedang bersaing dalam perlombaan sengit untuk membangun teknologi AI paling canggih. Isu kecerdasan buatan menjadi titik panas dalam ketegangan perdagangan antara kedua negara tersebut, hingga membuat raksasa teknologi seperti Nvidia terjepit di tengah persaingan.

Inti dari tuduhan tersebut adalah proses 'distillation' atau 'distilasi', yang merupakan teknik mentransfer pengetahuan dari model AI besar ke model yang lebih kecil agar bisa beroperasi dengan biaya lebih murah.

Meski lumrah dalam pelatihan AI, perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI sebelumnya mengeklaim bahwa proses ini disalahgunakan untuk meniru kemampuan model mereka secara ilegal.

DeepSeek, startup AI asal China yang mengguncang Wall Street tahun lalu, menjadi pusat dari berbagai tuduhan tersebut. OpenAI, pada Februari lalu, memperingatkan para pembuat kebijakan bahwa DeepSeek mencoba mereplikasi performa model pembuat ChatGPT tersebut melalui teknik distilasi.

Anthropic juga menyatakan sudah mengidentifikasi kampanye skala industri oleh DeepSeek dan dua lab AI lainnya untuk "mengekstrak kemampuan model Claude secara ilegal demi memperkuat model mereka sendiri."

DeepSeek sampai saat ini belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Ancaman keamanan

Selain masalah hak cipta, model AI hasil distilasi ini memicu kekhawatiran keamanan. Anthropic mencatat bahwa model-model tersebut seringkali tidak memiliki fitur pengaman (safeguards) seperti model aslinya.

"Kampanye distilasi ini memungkinkan aktor terkait untuk sengaja melucuti protokol keamanannya serta menghapus mekanisme yang menjamin model AI tersebut tetap netral secara ideologis dan berpijak pada kebenaran," tulis Kratsios dalam memo tersebut.

Merespons tuduhan tersebut, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyatakan keberatannya. Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar, dan China sangat menghargai kekayaan intelektual.

"China bukan sekadar pabrik dunia, tapi juga tengah bertransformasi menjadi laboratorium inovasi dunia," demikian pernyataan resmi Kedubes China.

"Pembangunan China adalah hasil dedikasi dan upaya mandiri, serta kerja sama internasional yang saling menguntungkan," lanjutnya.

Pemerintahan Donald Trump berencana mengambil tindakan, termasuk berbagai informasi dengan perusahaan AI domestik terkait upaya distilasi ilegal serta meningkatkan koordinasi dengan sektor swasta.

Gedung Putih juga sedang menjajaki langkah-langkah untuk meminta pertanggungjawaban aktor asing yang terlibat, serta merancang standarisasi deteksi dan pertahanan terhadap aktivitas distilasi skala industri.

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi