Jakarta -
Bulan suci Ramadan selalu identik dengan beragam macam jajanan yang biasa disebut takjil.
Tak sedikit orang yang kemudian memanfaatkan momen Ramadan untuk berjualan takjil dan mengumpulkan pundi-pundi uang.
Rupanya, peluang untuk mengumpulkan cuan dari berjualan takjil itu menarik minat Abigail Cattleya Putri alias Yaya, putri Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati.
ibnu menjelaskan bahwa sang putri berjualan takjil di depan rumah mereka di kawasan Bendungan Hilir, Pejompongan, Jakarta Pusat.
Ibnu rupanya sangat senang melihat tingkah lucu putrinya yang berjualan takjil di depan rumah.
"Senang-senang aja sih, lucu aja kita melihatnya. Dia emang anaknya kan nggak bisa diam gitu. Kadang bikin apa, bikin apa," kata Ibnu Jamil di Detik, Senin (2/3).
Siapa sangka, berjualan takjil ini bukan pengalaman perdana putri Ibnu menekuni dunia bisnis.
Yaya sebelumnya pernah menjalani bisnis meni pedi hingga berjualan gantungan kunci di rumah.
Ibnu dan Ririn sebagai orang tua turut memberikan dukungan penuh untuk kreativitas sang anak tercinta.
"Ya dari kecil kalau segala sesuatu berkaitan dengan kreativitas kita support selagi memang kreativitas itu juga bagus untuk anaknya gitu. Kita cuma tinggal ngarahin kayak biasanya kalau dagang, kita tanya modalnya berapa, terus hari ini dapatnya berapa, jangan lupa dicatat supaya tahu dagangannya tuh untung apa nggak, gitu," katanya.
Lebih lanjut, Ibnu juga mengungkapkan nominal keuntungan yang didapatkan Yaya dari berjualan takjil.
"Rp 25 ribu (untungnya). Hasilnya buat modal lagi, itu juga masih kurang kayaknya buat modal lagi. Iya, dia bilang gitu," ujar Ibnu.
Sementara itu, Ibnu dan Ririn mengaku tak ingin terlalu ikut campur, dan membebaskan Yaya untuk mengelola sendiri bisnisnya.
"Kita bebasin dia untuk me-manage semuanya by Yaya. Kita cuma ngasih guidance-guidance aja. Kayak kalau untuk modal tuh berapa, terus supaya dapat untung, jadi pendapatannya itu harus lebih besar. Belum nanti kita kasih tahu juga ada biaya-biaya misalnya ada temannya yang bantuin, jangan lupa dikasih uang. Istilahnya gaji pegawai atau profit sharing," kata Ibnu.
Selain itu, ada juga kisah menarik ketika Yaya tengah asyik berjualan takjil dan dihampiri tukang ojek.
"Terus Yaya bilang enggak ini buat jualan. Pas dibilang buat jualan, ojeknya itu pergi gitu. Akhirnya dia bilang, 'Yah kasihan banget tahu gitu kita kasih'," cerita Ibnu.
Ibnu juga mengungkapkan bagaimana Yaya bisa mengumpulkan modal untuk berjualan takjil.
"Modal dari uang dia kan kemarin dapat uang angpao ya Na? Gong Xi Fa Cai dia dapat uang angpao. Modalnya dari uang angpaonya. Dia beliin modal buah-buahan terus alat-alat yang lainnya juga, sirupnya. Terus kalau untuk wadah-wadahnya kita emang udah punya. Terus sama ini, gelasnya, plastiknya gitu kan kita mesti (pikirkan) nanti bungkusannya pakai apa kalau orang beli," kata Ibnu.
Cerita dari Ibnu Jamil ini menggambarkan bagaimana bisnis bisa dimulai anak sejak usia dini, dan dukungan penuh orang tua membantu tumbuh kembang anak dalam belajar.
(ikh/fik)
Loading ...

2 hours ago
2

















































