Gerbou Restaurant: Resto Michelin di Pemukiman Kecil yang Tenang/Foto: InsertLive/Dias
Dubai, Insertlive -
Dubai tahun 2025 lalu tercatat memiliki 119 restoran yang masuk dalam Michelin Guide. Dari jumlah tersebut, tercatat ada dua restoran yang mendapat bintang tiga Michelin, tiga restoran memiliki dua bintang Michelin, serta 14 restoran yang menerima satu bintang Michelin.
Dari daftar tersebut, nama Gerbou Restaurant paling sering dibahas meski tidak menerima bintang. Namun, Michelin memasukkan resto kolaborasi Atelier House Hospitality dan Sheikha Lateefa bint Maktoum pendiri Tashkeel, lembaga seni, desain, dan inkubator kreatif tersebut ke dalam selected atau recommended resto.
Dalam kacamata Michelin, Gerbou cocok dilihat sebagai restoran kualitas tinggi sebagai good dining bukan fine dining ultra-premium yang menerima bintang Michelin. Gerbou dalam sejarahnya diartikan sebagai sambutan tradisional dalam budaya Arab yang diartikan selamat datang di rumah sederhanaku. Makna ini seolah menggambarkan bahwa Gerbou ingin pengunjung feels like home bukan seperti sebuah restoran mahal dan mewah.
Gerbou Restaurant berada di kawasan Nad Al Sheba, Dubai yang dikenal dengan pemukiman kecil yang tenang dengan ambience nyaman serta quietly. Memasuki Gerbou, InsertLive dibuat takjub dengan bangunan ikonik khas lokal. Bangunan yang dibangun tahun 1987 dibangun kembali untuk dijadikan resto sebagai representasi baru dari tradisi kuliner khas Arab demi menghormati heritage serta cita rasa lokal yang dipadukan dengan pameran instalasi seni.
Meski tak menerima bintang Michelin, Gerbou masuk dalam daftar World's Most Beautiful Restaurants 2025 oleh Prix Versailles, penghargaan internasional untuk resto dengan desain dan interior terbaik. Hal ini menjawab bagaimana desain dan pembuatan interior Gerbou yang memiliki filosofi di setiap sentuhannya.
Meja resepsionis Gerbou dibuat dari batang pohon ghaf asli bukan dari kayu impor atau material massal sebagai simbol penghormatan pada alam, lokalitas, serta akar lingkungan. Selain itu, ada pula karya dari limbah laut yakni kulit ikan untuk membuat lampu gantung sebagai komitmen pada keberlanjutan dan penghormatan pada allam serta industri lokal.
Gerbou seolah menampilkan bahwa sebuah restoran tak harus terkesan classy dan elegan dengan bahan premium melainkan sebagai jembatan masa lalu dan masa kini yang mengedepankan pemanfaatan dari limbah maupun sisa sampah yang bisa didaur ulang.
Mezze Board-Dubai/ Foto: InsertLive/Dias
Bicara soal makanan, Gerbou menawarkan underground pit cooking, cara masak yang tradisional dengan aroma smoky khas. Ada berbagai menu yang ditawarkan dari sharing plates, ala carte, serta dessert yang salah satu menunya, Sagu Puding dimasak langsung oleh koki dari Indonesia.
InsertLive mencicipi beberapa makanan rekomendasi sharing platter. Menu pertama merupakan Mezze Board, Gerbou Grilled Platter, dengan menu ala carte Grilled Steak. Untuk dessert, menu yang dicicipi InsertLive adalah Mastika Ice Cream, Sago Pudding serta Gerbou Artisanal Date and Yogurt Gelato. Tak lupa dengan minuman dengan bahan utama kurma yakni Date Mocktail.
Mezze Board, Main course sharing platter ini berisi dari ragam chips renyah yang dibuat dari sayuran dan roti pita tipis dengan aneka dip atau cocolan yang berbahan dasar kacang, yoghurt, hingga rempah aromatik khas kawasan Levant.
Gerbou Grilled platter, Platter ini berisi sajian grilled selection khas Gerbou berisi potongan daging atau seafood yang dimasak dengan teknik presisisi lalu dibumbui spice rub khas Emirati. Pilihan daging terdiri dari domba, ayam, sapi, hingga seafood. Aroma khas dalam makanan ini cukup berasa pada rasanya smoky.
Harga yang dibanderol cukup beragam dimulai dari AED 120 atau setara Rp552 ribu.
Grilled Steak, Pada umumnya steak daging ini sama seperti steak biasanya. Tetapi, kualitas premium daging serta aroma smoky pada daging sangat terasa pada gigitan pertama. Dagingnya tampak empuk dan juicy saat pertama kali dicicipi.
Selain itu, bumbu minimalist seasoning seperti garam, lada, serta sentuhan minyak premium agar kualitas daging sempurna tampak kental ditambah dengan bumbu ringan yang dianggap sebagai makanan 'hidden gem' di Gerbou.
Mastika Ice Cream, Mastika atau Mastiha adalah resin aromatik asal Yunani dengan rasa unik, manis, floral dan sedikit herbal. Es krim ini sangat wangi dengan karakter rasa clean, dingin, serta creamy.
Gerbou Artisanal Date and Yogurt Gelato, Dubai tentu lekat dengan kurma. Gerbou memadukan kurma premium UEA dengan yogurt artisanal yang membuat caramel-like berpadu keasaman lembut yoghurt dengan harmoni rasa manis dan segar,
Disajikan dengan presentasi minimalis yang menonjolkan warna natural kurma, makanan penutup ini menjadi cocok bagi pecinta rasa lokal yang lebih modern dan tidak terlalu manis.
Date Mocktail, Meski namanya mocktail, minuman non-alkohol yang menggunakan kurma ini memberikan rasa manis alami dengan karakter khas Timur Tengah. Rasa minuman ini menjadi salah satu minuman yang sering dipesan pengunjung saat datang ke Gerbou.
(dis/and)

18 hours ago
3
















































