Google Memblokir Fitur Google Pay pada Ponsel ROM China di Seluruh Dunia

3 hours ago 1

Selular.ID – Layanan pembayaran Google Pay dan Google Wallet sempat mengalami gangguan pada deretan smartphone impor ber-ROM China buatan Xiaomi, Vivo, Oppo, hingga OnePlus akibat pembaruan Google Play Services versi 26.28.

Masalah teknis yang berdampak pada pengguna di berbagai wilayah, termasuk Eropa dan Brasil.

Ini terjadi karena sistem mendeteksi perangkat berstatus stock keeping unit (SKU) pasar China dan otomatis menonaktifkan fitur Host Card Emulation (HCE).

Pihak Google kini dilaporkan telah mengatasi kendala tersebut dari sisi server pada awal Agustus 2026 tanpa perlu pembaruan aplikasi manual dari sisi pengguna.

Gangguan pembayaran ini mengejutkan komunitas pengguna yang kerap mengimpor smartphone flagship langsung dari pasar China daratan.

Meski aplikasi Google Wallet tetap dapat dibuka secara normal dan daftar kartu debit maupun kredit tersimpan tanpa pesan kesalahan, transaksi Near Field Communication (NFC) di mesin kasir fisik mendadak tertolak.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Fenomena ini membingungkan karena unit-unit ponsel tersebut telah digunakan untuk transaksi digital jarak dekat secara lancar selama bertahun-tahun.

Temuan teknis terkait penyebab gangguan ini diungkap oleh pengembang bernama MarvinFS melalui forum komunitas XDA Forums.

Saat melakukan pemeriksaan log sistem pada unit Vivo X200 Ultra yang terdampak, ia menemukan baris perintah spesifik pada Google Play Services versi 26.28.63.

Kode sistem tersebut mendeteksi identitas perangkat sebagai SKU China dan secara langsung mengeksekusi perintah untuk menonaktifkan layanan TapAndPay HCE, yang menjadi tulang punggung pemrosesan transaksi nirkabel pada sistem operasi Android.

Daftar Perangkat yang Terdampak
Masalah penonaktifan fungsi pembayaran nirkabel ini berdampak secara spesifik pada perangkat yang menggunakan sistem operasi bawaan (firmware) pasar China, bukan pada model versi global yang dijual secara resmi di luar China daratan.

Laporan pengguna di forum Reddit dan XDA Forums mengonfirmasi bahwa jajaran smartphone premium ikut terdampak oleh pembaruan perangkat lunak tersebut.

Beberapa model yang mencatatkan gangguan meliputi jajaran Vivo X200 Ultra, Vivo X300 Pro, Vivo X300 Ultra, Vivo X100 Ultra, Vivo X Fold5, dan Vivo X Fold3 Pro.

Dari kubu Oppo, model lipat Oppo Find N3 dan Oppo Find X9 Pro turut melaporkan kendala serupa.

Pengguna perangkat Xiaomi 17 Ultra, Xiaomi 13 Pro, serta beberapa model OnePlus seperti OnePlus Ace 6 dan OnePlus 15T juga mendapati fitur tap-to-pay milik mereka berhenti berfungsi sementara saat digunakan di terminal pembayaran.

Solusi Sementara dan Penanganan Sistem
Sebelum penanganan dari sisi server diterapkan oleh Google, komunitas pengguna sempat membagikan beberapa metode penanganan darurat.

Salah satu cara yang ditemukan pengguna adalah dengan membatalkan pendaftaran dari seluruh program uji coba beta di Google Play Store melalui menu pengaturan akun.

Langkah sederhana ini terbukti berhasil memulihkan fungsi pembayaran NFC tanpa perlu melakukan proses reset perangkat lunak.

Cara lain yang dilakukan oleh pengguna teknis adalah menurunkan (rollback) versi Google Play Services ke rilis 26.26 melalui fasilitas Android Debug Bridge (ADB).

Langkah tersebut mengharuskan pengguna menyetel ulang seluruh data kartu di Google Wallet, sehingga kurang praktis untuk pemakaian harian.

Keberhasilan solusi pembatalan program beta mengindikasikan bahwa instruksi pembatasan pembayaran ini sejatinya dipicu oleh perubahan konfigurasi sistem dari jarak jauh.

Implikasi bagi Pengguna Smartphone Impor
Langkah pembatasan yang sempat terjadi ini menegaskan tingginya ketergantungan fitur pembayaran digital pada arsitektur ekosistem Google Mobile Services (GMS).

Penggemar teknologi yang membeli ponsel flagship versi China untuk mendapatkan spesifikasi hardware lebih tinggi atau harga yang lebih kompetitif kini menghadapi risiko kompatibilitas perangkat lunak yang lebih ketat di luar wilayah penjualan resminya.

Hingga saat ini, pihak Google belum mengeluarkan pernyataan tertulis resmi mengenai alasan di balik kemunculan kode penonaktifan SKU China pada pembaruan Google Play Services tersebut.

Baca Juga:Google Maps Perluas Ask Maps, Kini Bisa Pesan Makanan

Kendati fungsi pembayaran kini telah kembali normal di sebagian besar perangkat pengguna, dinamika ini menunjukkan bahwa integrasi layanan keuangan berbasis NFC pada perangkat non-global tetap memiliki kerentanan sewaktu-waktu akibat pembaruan kebijakan atau kode dari penyedia platform.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi