Hadapi Krisis, Pemerintah Gencarkan Penerimaan Baru

3 hours ago 1

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah saat ini harus bekerja lebih keras di tengah krisis minyak yang dihadapi dunia yang bisa saja berdampak besar.

Khusus untuk Indonesia, krisis besar yang mengintai dan bisa jadi ancaman adalah kelangkahan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bisa saja memicu kenaikan harga.

Meski begitu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih tetap dan belum mengalami kenaikan.

Dengan catatan mereka kini dibuat sibuk dengan memikirkan cara lain untuk mencari pundi-pundi di tengah ancaman kelangkahan ini.

Salah satu langkah yang diambil, Pemerintah fokus untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor lainnya seperti mineral.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan hingga kini belum ada opsi pembatasan maupun kenaikan subsidi BBM.

Kebijakan energi tetap diarahkan untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil.

"Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi," ujar Bahlil dikutip Senin (30/3).

Sampai saat ini menurut Bahlil, belum ada skema dalam perubahan subsidi BBM di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui kondisi global yang dinamis dapat memengaruhi kebijakan ke depan. Namun di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menambah penerimaan negara dari sumber daya alam, khususnya mineral.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi