Harga Avtur Meroket 72 Persen Jadi Rp23.551 per Liter di Soetta

9 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga avtur PT Pertamina (Persero) melonjak hingga 72,45 persen mulai 1 April 2026. Harga ini berlaku untuk maskapai penerbangan domestik di Bandara Soekano Hatta (CGK).

Berdasarkan laman Pertamina yang dikutip Rabu (1/4), harga bahan bakar pesawat untuk penerbangan domestik di CGK tercatat Rp23.551 yang berlaku 1-30 April. Harganya naik dari Maret yang sebesar Rp13.656 per liter.

Sementara, harga avtur untuk maskapai penerbangan internasional tercatat naik 80,32 persen dari sebesar US$74,2 per liter di Maret menjadi US$133,8 per liter pada April ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga avtur juga terjadi di bandara lainnya. Contohnya, di Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP) harga avtur dari bulan lalu sebesar Rp14.880 per liter menjadi Rp24.775 per liter.

Begitu juga untuk penerbangan internasional, harga avtur yang pada Maret tercatat US$80,7 per liter menjadi US$140,3 per liter.

Kenaikan harga avtur imbas perang di Timur Tengah. Hal ini membuat Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta Pemerintah segera mengubah Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik.

Pasalnya, dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada 2019 (pada saat TBA mulai diberlakukan) yaitu Rp7.970, maka kenaikannya mencapai 295 persen.

"Seperti sudah kita perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan TBA penerbangan domestik," ujar Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, penyesuaian ini harus segera dilakukan mengingat kenaikan harga avtur yang sangat tinggi dan di sisi lain harga avtur mempengaruhi sekitar 40 persen biaya yang dikeluarkan maskapai penerbangan.

INACA sebelumnya meminta kenaikan fuel surcharge dan TBA masing-masing sebesar 15 persen.

Namun, mengingat kenaikan fuel yang lebih tinggi dari perkiraan, asosiasi berharap kenaikan fuel surcharge dan TBA disesuaikan lagi dengan tingkat kenaikan harga avtur saat ini.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi