Heboh Greenland Ingin Dikuasai AS, Ini Fakta soal Pulau Penduduk Eskimo

18 hours ago 2

Instagram Greenland Heboh Greenland Ingin Dikuasai AS, Ini Fakta soal Pulau Penduduk Eskimo / Foto: Instagram

Jakarta, Insertlive -

Greenland mendadak menjadi sorotan dan perbincangan, usai berembus kabar jika pulau yang sebagian besar tertutup salju itu ingin dikuasai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Keinginan Trump untuk melebarkan wilayah Amerika Serikat hingga Greenland diutarakannya usai negeri Paman Sam itu melakukan serangan ke Venezuela. Lebih tepatnya, usai Trump menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya.

Trump mengatakan bahwa dirinya membutuhkan Greenland sebagai bentuk keamanan nasional. Baginya, Greenland memiliki posisi yang strategis dalam segi geopolitik.


"Kami membutuhkan Greenland dari segi keamanan nasional. Itu sangat strategis. Saat ini, Greenland dipenuhi dengan kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," ucap Trump dilansir dari BBC, Rabu (7/1).

Ini bukanlah kali pertama Trump ingin menguasai Greenland. Pada 2019, Trump yang menjabat sebagai presiden Amerika Serikat periode pertama, mengatakan ingin membeli pulau yang nyaris tak berpenghuni itu.

Namun, keinginan Trump kala itu tak bisa terwujud, lantaran Greenland dinyatakan sebagai pulau yang tidak dijual. Kini, Trump kembali ingin mewujudkan keinginannya untuk menguasai Greenland.

Greenland bukan lah sebuah benua, melainkan pulau terbesar di dunia, dengan luas mencapai 2,16 juta kilometer persegi. Greenland sendiri terletak di kawasan Arktik, dimana secara geografis merupakan bagian dari Amerika Serikat.Namun, Greenland sejak tahun 1953, berada di bawah kekuasaan Denmark.

Tentu saja nama Greenland tidak cocok jika dilihat dari bentuk pulau yang diselimuti es tersebut. Namun ternyata, banyak peneliti yang meyakini jika Greenland dulunya merupakan pulau yang ditumbuhi banyak pepohonan.

Pada 2,5 juta tahun yang lalu, Greenland diyakini memang hijau dikarenakan dipenuhi pepohonan. Namun, ada pula versi lain yang mengatakan jika nama Greenland diberikan oleh seseorang bernama Erik The Red, penjahat di Islandia yang diasingkan ke sana.


Erik diceritakan mengabarkan bahwa pulau tempat dirinya diasingkan sangat hijau dan menarik untuk dikunjungi. Dari situlah mulai pulau tersebut disebut dengan Greenland.

Greenland sendiri dihuni oleh penduduk asli Inuit sekitar 56.000 jiwa. Sebagian penduduk tinggal di pesisir barat daya, sekitar ibu kota Nuuk, dikarenakan 80 persen wilayah Greenland tertutup lapisan es.

Diperkirakan, wilayah Greenland mulai dihuni manusia sejak tahun 2500 sebelum masehi (SM). Penduduk asli Greenland merupakan suku Inuit atau Eskimo. Suku Inuit berasal dari kawasan Amerika Utara.

Penduduk Greenland bergantung pada sektor perikanan dalam mengelola perekonomian mereka. Selain dari perikanan, penduduk Greenland juga mendapat subsidi tahunan dari pemerintah Denmark.

Sementara itu, kondisi Greenland dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan lantaran lapisan es di kawasan tersebut mulai mencair. Hal ini terjadi akibat pemanasan global dan eksploitasi sumber daya alam yang cukup tinggi.

Diketahui, Greenland memiliki sumber daya alam bernilai tinggi, seperti mineral tanah jarang, uranium, dan bijih besi. Kayanya sumber daya alam ini lah yang membuat Greenland diperebutkan negara-negara besar.

Kondisi geografis Greenland cukup ekstrem. Wilayah tersebut sebagian besar tertutup lapisan es.

Akibatnya, sulit membuat jalan yang menghubungkan kota-kota utama. Maka dari itu, untuk menunjang mobilitas di Greenland, transportasi udara dan laut menjadi pilihan.

(kpr/kpr)

Tonton juga video berikut:



snap logo

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.

LEBIH LANJUT

Loading Loading

BACA JUGA

detikNetwork

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi