Selular.ID – inDrive mempertahankan posisinya sebagai aplikasi ride-hailing dengan unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut berdasarkan laporan Sensor Tower.
Pada saat yang sama, perusahaan mencatat pertumbuhan pengguna dua digit di Indonesia pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan transportasi digital berbasis fleksibilitas harga.
Selain mempertahankan posisi di kategori ride-hailing, inDrive juga naik ke peringkat keempat sebagai aplikasi travel paling banyak diunduh secara global, dari posisi kelima pada 2025.
Kenaikan ini menunjukkan peningkatan penggunaan aplikasi secara luas di berbagai pasar, termasuk negara berkembang seperti Indonesia yang menjadi salah satu fokus ekspansi perusahaan.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap model layanan yang ditawarkan.
“Pencapaian ini menjadi bukti kepercayaan pengguna terhadap inDrive, termasuk di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang adil dan transparan, sekaligus memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi pengguna dan mitra pengemudi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).

Sejak diluncurkan, inDrive telah mencatat lebih dari 400 juta unduhan secara global dan beroperasi di lebih dari 1.000 kota di 48 negara.
Platform ini mengusung model penentuan harga berbasis negosiasi langsung antara pengemudi dan penumpang.
Pendekatan ini berbeda dari sistem tarif tetap yang umum digunakan dalam layanan ride-hailing, karena memungkinkan kedua pihak menyepakati harga perjalanan secara langsung melalui aplikasi.
Di Indonesia, pertumbuhan pengguna yang tercatat pada 2026 menunjukkan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan mobilitas yang menawarkan transparansi biaya dan fleksibilitas.
Hal ini terjadi di tengah dinamika industri ride-hailing yang semakin kompetitif, dengan berbagai pemain menghadirkan inovasi layanan untuk mempertahankan pengguna.
Sepanjang 2025, inDrive juga memperluas cakupan layanannya dengan menghadirkan fitur tambahan di luar transportasi penumpang.
Perusahaan mulai mengembangkan layanan transportasi antar kota, pengiriman barang melalui kurir, pengantaran kebutuhan pokok, hingga layanan keuangan.
Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi transformasi inDrive menuju super app, yaitu platform digital terintegrasi yang menyediakan berbagai layanan dalam satu aplikasi.

Untuk mendukung pengembangan layanan, inDrive memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analitik lanjutan.
Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk dalam memberikan estimasi waktu perjalanan yang lebih akurat serta personalisasi layanan berdasarkan pola penggunaan.
Laporan Sensor Tower juga menyoroti tren super app sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan industri ride-hailing global, khususnya di pasar berkembang.
Integrasi berbagai layanan dalam satu platform dinilai mampu meningkatkan frekuensi penggunaan aplikasi sekaligus memperluas sumber pendapatan perusahaan.
Dalam konteks tersebut, strategi inDrive yang menggabungkan model harga fleksibel dengan ekspansi layanan dinilai selaras dengan kebutuhan pasar lokal.
Di Indonesia, perusahaan terus memperkuat posisinya dengan menghadirkan solusi mobilitas yang adaptif, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengguna dan mitra pengemudi.
Perkembangan ini menempatkan inDrive sebagai salah satu pemain yang aktif berinovasi di tengah perubahan lanskap industri transportasi digital.
Dengan basis pengguna yang terus bertumbuh dan diversifikasi layanan yang semakin luas, perusahaan berupaya mempertahankan relevansi di pasar global sekaligus memperdalam penetrasi di pasar domestik seperti Indonesia.
Baca Juga: inDrive Terima Pendanaan Rp2,3 Triliun dari General Catalyst















































