Ini Waktu Terbaik Menimbang Berat Badan, Benar Pagi Hari Setelah BAB?

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Rabu, 25 Mar 2026 06:00 WIB

Menimbang berat badan di pagi hari setelah buang air disebut sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan hasil akurat. Benarkah demikian? Ilustrasi. Menimbang berat badan di pagi hari setelah buang air disebut sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan hasil akurat. (iStockphoto/spukkato)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menimbang berat badan pada pagi hari setelah buang air kecil atau buang air besar sering disebut sebagai waktu paling akurat untuk mendapatkan angka di timbangan. Anjuran ini cukup sering beredar di media sosial maupun dalam diskusi seputar diet dan manajemen berat badan.

Namun, apakah benar waktu tersebut paling tepat untuk menimbang berat badan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Healthline, menimbang berat badan pada pagi hari memang menjadi waktu yang paling disarankan, selama dilakukan secara konsisten setiap hari. Hal ini berkaitan dengan kondisi tubuh yang relatif stabil setelah beristirahat semalaman.

Menukil laman Cleveland Clinic, waktu terbaik untuk menimbang berat badan adalah pada pagi hari setelah bangun tidur dan setelah pergi ke kamar mandi, tetapi sebelum makan atau minum apa pun.

Kondisi tersebut dianggap ideal karena tubuh telah menyelesaikan proses pencernaan dari makanan yang dikonsumsi pada hari sebelumnya.

Ahli gizi Maxine Smith menjelaskan bahwa tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan dan minuman saat tidur. Dengan demikian, angka pada timbangan cenderung lebih merepresentasikan berat badan sebenarnya. Selain itu, aktivitas fisik dan asupan makanan sepanjang hari dapat memengaruhi berat badan sementara.

Mengutip dari berbagai sumber, mengeluarkan kotoran, baik padat maupun cair, dapat mengakibatkan penurunan berat badan yang terukur.

Berat badan seseorang secara alami dapat berubah dalam satu hari. Perubahan ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti makanan yang baru dikonsumsi, jumlah cairan dalam tubuh, aktivitas fisik, hingga keringat yang keluar saat berolahraga.

Sebagai contoh, seseorang biasanya akan memiliki berat badan lebih tinggi pada sore atau malam hari karena telah makan dan minum sepanjang hari.

Sebaliknya, setelah bangun tidur di pagi hari, tubuh belum menerima asupan makanan baru sehingga berat badan cenderung berada pada titik terendah.

Karena itu, membandingkan berat badan pada pagi hari dengan angka di sore hari sering kali tidak memberikan gambaran yang akurat.

Cara menimbang berat badan agar hasil akurat

Meski pagi hari sering dianggap sebagai waktu terbaik, para ahli menekankan bahwa konsistensi jauh lebih penting dibandingkan waktu penimbangan itu sendiri.

Artinya, jika seseorang memilih untuk menimbang berat badan pada waktu tertentu, maka sebaiknya dilakukan pada waktu yang sama setiap hari. Tujuannya, agar perubahan angka pada timbangan benar-benar mencerminkan perubahan berat badan, bukan perbedaan kondisi tubuh pada waktu berbeda.

Selain waktu, konsistensi juga perlu diterapkan pada hal lain, seperti menggunakan timbangan yang sama dan mengenakan pakaian yang serupa setiap kali menimbang berat badan.

Agar hasil penimbangan lebih akurat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menimbang berat badan. Berikut di antaranya:

1. Gunakan timbangan yang sama setiap kali melakukan pengukuran. Perbedaan alat dapat menghasilkan angka yang berbeda.
2. Letakkan timbangan pada permukaan yang keras dan rata. Meletakkan timbangan di atas karpet atau permukaan tidak rata dapat membuat hasil pengukuran kurang akurat.
3. Usahakan mengenakan pakaian yang sama setiap kali menimbang berat badan, atau bahkan tanpa pakaian sama sekali jika memungkinkan.
4. Berdirilah dengan posisi tubuh tegak dan berat badan terdistribusi merata pada kedua kaki saat berada di atas timbangan.

Para ahli juga mengingatkan bahwa perubahan berat badan dari hari ke hari merupakan hal yang normal. Fluktuasi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti retensi cairan, konsumsi garam yang tinggi, siklus menstruasi, hingga aktivitas fisik.

Dalam banyak kasus, berat badan dapat berubah sekitar 1-2 kilogram dalam beberapa hari tanpa berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh. Karena itu, angka pada timbangan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya indikator kesehatan.

Selain berat badan, kondisi kesehatan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta komposisi tubuh.

Menimbang berat badan dapat menjadi salah satu alat untuk memantau kondisi tubuh, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam menjaga kesehatan.

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi