Jakarta -
Keheningan yang sempat memicu spekulasi akhirnya dipecahkan oleh Teuku Rasya. Di tengah ramainya komentar publik soal ketidakhadiran Tamara Bleszynski di momen pernikahannya, Rasya memilih untuk angkat bicara-meski harus membuka hal yang sangat personal.
Lewat unggahan di Instagram pada Selasa (14/4), Rasya menegaskan bahwa klarifikasi ini ia lakukan bukan tanpa alasan. Ia merasa keluarganya sudah terlalu jauh diserang hanya karena kesalahpahaman publik.
"Biar clear aja sebelum post foto nikahan. Walaupun sebenernya malu2in ngumbar chat personal antara ibu dan anak, tapi berhubung banyak dari kalian yang mempertanyakan, suudzon bahkan sampai menghina keluarga dan adik2 sy cuman karena ngerasa jago menginterpretasi pernyataan samar-samar dari Mama @tamarableszynskiofficial, sy rasa harus dilurusin," ungkap Teuku Rasya di Instagram, Selasa (14/4).
Rasya kemudian meluruskan isu yang menyebut sang ibu hanya dianggap sebagai tamu. Ia menegaskan hal itu tidak masuk akal, mengingat posisi Tamara sangat penting dalam rangkaian acara pernikahan.
"Mana mungkin terlintas buat ngundang ibu sendiri sebagai tamu? Jelas kok dari potongan rundownnya, dari semua orang tua sy nama siapa yang berada di urutan paling pertama untuk saya sungkem di saat prosesi adat pada akad. Dan pada saat resepsi, siapa yang seharusnya jalan duluan dengan Kenzou di saat entrance beriringan dengan keluarga inti lainnya. Kalian bisa lihat juga siapa yang memohon-mohon kepada ibunya utk datang ke kedua acara di saat ibunya tdk berkenan datang ke akad dan berencana hadir hanya mau sebagai tamu pada acara resepsi," tulisnya.
Tak hanya itu, ia juga mengurai kronologi soal busana yang sempat menjadi polemik. Menurutnya, komunikasi sebenarnya sudah dilakukan sejak awal, namun rencana berubah karena kondisi tak terduga.
"Urusan baju sudah diinfokan dan kita tektokan langsung dengan mama dari sebelumnya. Awalnya istri sudah membeli kainnya dan menawarkan ke mama utk dibuatkan baju akad dan resepsi bersamaan ditempat jahit ibunya istri. Tapi pertamanya mama yg menolak jahit bareng karena tadinya mau mempercayakan pembuatan baju dengan sahabatnya di bali karena lebih mudah utk fitting dsb. Tapi sayangnya, sahabat mama tsb kondisi kesehatannya menurun. Sehingga last minute dari mama meminta tolong istri untuk dibantu carikan penjahit penggantinya untuk kedua bajunya. Istri langsung keliling carikan dan kordinasi sendiri baik untuk baju akad dan resepsi. Namun di h-1 ada team yang blm terupdate (di saat mau briefing rundown ke mama) terkait info terbaru soal penjahit baju akad dan secara ga sengaja mengira kalau mama yang telah menyiapkan sendiri. Berhubung mama di bali dan yang menjahit di jkt (sampai jakarta baru jumat malam kemarin) dari mama sendiri yang request untuk hanya perlu mengirim catatan ukuran dan final adjustment fitting h-1 yang sudah sama2 di-plan," ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Rasya mengingatkan publik untuk tidak mudah berprasangka, apalagi hanya berdasarkan unggahan yang bersifat samar.
"Jadi mohon sekali ya teman2 jangan selalu utamain suudzon dan menghujat cuman karna ibu sy cinta puisi atau hobi membuat pernyataan2 yang cryptic. Ini udah kedua kalinya kalian sebegitu baik mengamalkan pahala kepada saya," tutupnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa di balik sorotan publik, ada dinamika keluarga yang tidak selalu bisa dinilai dari potongan cerita di media sosial.
(ikh)
Loading ...

7 hours ago
1














































