Jangan Asal Beli, BSI Bocorkan Kunci Investasi Emas Sesuai Syariah

9 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Syariah Indonesia (BSI) membocorkan panduan investasi emas digital sesuai dengan prinsip syariah.

Direktur Penjualan & Distribusi BSI Anton Sukarna menjelaskan dalam perspektif syariah, investasi tidak boleh dilakukan secara spekulatif.

"Jangan sampai kita niat investasi itu spekulatif. Itu kan dilarang dalam Islam," ujarnya dalam acara Gold Under Fire: Investasi Emas di Tengah Gejolak Dunia, Rabu (15/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor harus memahami tujuan pembelian emas agar tidak terpengaruh fluktuasi harga. Anton memandang banyak investor resah ketika harga naik maupun turun karena sejak awal tidak memiliki tujuan yang jelas. Oleh karena itu, niat investasi perlu ditetapkan sejak awal.

"Untuk apa dia sebenarnya beli emas? Problemnya kan di situ. Ketika harga naik, dia resah, harga turun juga resah. Kan problem orang di situ. Tidak jelas buat apa dia beli emas. Makanya saya ingatkan pertama kali ini niatnya apa. Kalau anda beli emas, clear dulu niatnya buat apa," ujarnya.

Menurut dia, emas sebaiknya digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, misalnya untuk pendidikan anak atau biaya ibadah haji. Dengan tujuan yang jelas, investor dinilai lebih siap menghadapi risiko.

[Gambas:Youtube]

Dalam kesempatan sama, Anton juga mengungkap BSI sedang menyiapkan inovasi pengembangan investasi emas digital, termasuk memperluas segmen pengguna. Salah satunya dengan mendorong perusahaan memberikan manfaat karyawan dalam bentuk emas.

"Perusahaan bisa belikan karyawannya, apakah untuk tunjangan kinerja menjadi emas, bonusnya jadi emas, THR jadi emas," ujarnya.

Ia menambahkan BSI juga tengah membuka peluang pemanfaatan emas digital sebagai instrumen penyimpanan dana perusahaan maupun program kesejahteraan.

"Mungkin ada perusahaan yang mau menyimpan kekayaannya dalam bentuk emas, untuk (dana) pensiun, bisa mungkin beberapa jaminan kesejahteraan disimpan dalam bentuk emas," ucap Anton.

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi