Jangan Lakukan 4 Hal Ini saat Masak Mi Instan, Bikin Enggak Sehat

1 day ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 07 Jan 2026 08:15 WIB

Cara masak mi instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan kesehatan. Apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat memasak mi instan? Ilustrasi. Cara masak mi instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan kesehatan. (Istockphoto/estebanmiyahira)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mi instan boleh jadi makanan favorit banyak orang. Praktis dan rasanya yang nikmat jadi dua di antara banyak kelebihannya.

Tapi, masak mi instan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Cara masak mi instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan tingkat keamanan yang diberikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mi instan sendiri dikenal sebagai makanan olahan yang tidak menyehatkan. Mi instan umumnya nol nutrisi dengan kandungan tinggi natrium yang ada di dalam bumbunya.

Nah, beberapa cara memasak yang umum dilakukan membuat mi instan jadi semakin tidak menyehatkan dan kurang nikmat. Apa saja? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.

1. Masak terlalu lama

Mengutip The Daily Meal, mi umumnya cepat matang. Sebagian besar mi instan bisa matang hanya dalam beberapa menit.

Penting untuk selalu mengawasi tingkat kematangan saat memasak mi instan. Membiarkannya terlalu lama direbus dalam air hanya akan membuatnya terlalu matang, lembek, dan lunak. Hal ini jelas akan mengurangi kenikmatan mi instan.

2. Hanya memanfaatkan bumbu dalam kemasan

Mi instan dikenal praktis karena menyediakan bumbu dalam kemasan yang tinggal tabur. Namun, rasa yang kuat itu sering kali disertai dengan kandungan natrium yang tinggi.

Kandungan garam yang tinggi dalam bumbu mi instan juga bisa membuat rasanya menjadi agak monoton, menghilangkan kehalusan rasa dari hidangan.

Jangan hanya mengandalkan bumbu instan yang tersedia. Perkaya rasa dengan bumbu tambahan dari rempah-rempah dan herbal yang lebih menyehatkan.

Misalnya, kamu bisa menambahkan minyak wijen atau irisan daun bawang untuk meningkatkan rasa. Bawang puting cincang juga dapat menambah intensitas rasa gurih.

3. Menggunakan air rebusan untuk kuah

Meski praktis, sebaiknya hindari menggunakan air rebusan mi sebagai kuah. Faktor kesehatan jadi alasannya.

Mi instan diproses secara intensif dan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak. Akibatnya, mi instan menyerap banyak lemak. Saat direbus, lemak yang menempel dalam mi lepas ke dalam air rebusan.

Gunakan air panas yang baru untuk kuah mi instan. Hal ini tak cuma memberikan rasa mi instan yang lebih segar, tapi juga membuatnya jauh lebih sehat.

4. Terlalu banyak topping yang tidak sehat

'Internet' jadi sajian populer di banyak warung kopi. Sajian itu terdiri dari mi instan yang dipadukan dengan telur dan kornet. Ada juga yang menambahkannya dengan keju.

Mi instan sendiri tinggi kalori. Jika ditambahkan dengan kornet--yang merupakan daging olahan--dan keju, jumlah kalori akan semakin bertambah.

Mengutip berbagai sumber, hindari topping yang tinggi kalori. Alih-alih telur dan keju, kamu bisa cukup menggunakan topping tambahan telur dan sawi hijau. Topping ini akan memberikan asupan protein dalam sajian.

Mi instan memang praktis. Tapi, upayakan agar mi instan tak dijadikan makanan sehari-hari.

Konsumsi mi instan setiap hari bisa berbahaya buat tubuh, mulai dari meningkatkan berat badan hingga picu penyakit kronis lainnya.

(asr)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi