Jangan Tertipu, Ini 5 Ciri Kurma Tak Layak Konsumsi

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Sabtu, 28 Feb 2026 07:00 WIB

Kenali tanda kurma busuk agar tak salah pilih. Bau, warna, hingga rasa bisa jadi indikator penting. Ilustrasi. Ada beberapa ciri kurma tak layak konsumsi, kenali agar tak salah pilih. (forwimuwi73/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kurma selalu hadir di meja makan saat Ramadhan. Buah kering yang identik dengan rasa manis ini kerap jadi pilihan pertama saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Di pasaran, kurma dijual dalam beragam jenis dan harga. Ada yang murah meriah, ada pula yang dibanderol cukup mahal.

Namun, harga bukan satu-satunya penentu kualitas. Salah memilih, kurma yang dibeli bisa jadi sebenarnya sudah tidak layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kurma merupakan buah yang dikeringkan. Proses pengeringan membuat kadar airnya berkurang sehingga relatif lebih awet dan tidak mudah berjamur. Rasa manis alaminya berasal dari kandungan gula yang cukup tinggi.

Meski begitu, daya simpan kurma tetap bergantung pada cara penyimpanan. Mengutip Tasting Table, kurma umumnya dapat bertahan hingga enam bulan jika disimpan di dalam kulkas dengan wadah tertutup rapat.

Jika disimpan di freezer, masa simpannya bahkan bisa mencapai tiga tahun.

Namun, penyimpanan yang kurang tepat bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika sudah begitu, kurma tak lagi aman dikonsumsi. Berikut beberapa ciri kurma yang sebaiknya dihindari:

1. Mengeluarkan bau tak sedap

Secara umum, kurma memiliki aroma yang cenderung netral atau sedikit manis. Hindari kurma yang mengeluarkan bau busuk atau menyengat.

Kurma yang sudah rusak kerap memunculkan aroma menyerupai alkohol atau fermentasi. Bau ini menjadi tanda bahwa proses pembusukan telah terjadi.

2. Warna berubah

Perhatikan tampilan fisiknya. Kurma yang terlalu menggelap, tampak kusam, atau memiliki bercak pucat di permukaannya patut dicurigai.

Dalam beberapa kasus, perubahan warna juga disertai munculnya jamur. Jika menemukan kondisi ini, sebaiknya jangan dikonsumsi.

3. Terlalu lengket atau berlendir

Kurma memang memiliki tekstur lengket karena kandungan gulanya tinggi. Namun, jika teksturnya terasa sangat lengket hingga berlendir, itu bisa menjadi pertanda kualitasnya sudah menurun.

Lendir menunjukkan kemungkinan adanya pertumbuhan mikroorganisme akibat penyimpanan yang tidak tepat.

4. Rasa berubah

Seiring waktu, kualitas rasa kurma bisa menurun. Kurma yang masih baik umumnya memiliki rasa manis alami tanpa sensasi pahit atau asam.

Jika saat dicicipi rasanya berubah menjadi asam atau pahit, sebaiknya segera hentikan konsumsi.

5. Muncul bintik putih atau jamur

Bintik-bintik putih pada permukaan kurma bisa menjadi tanda pertumbuhan jamur. Jamur biasanya muncul akibat paparan udara lembap atau penyimpanan yang kurang higienis.

Kurma yang sudah berjamur tidak aman dikonsumsi, meski hanya sebagian kecil permukaannya yang terlihat terkontaminasi.

Memilih kurma tak bisa dilakukan sembarangan, apalagi saat permintaan meningkat di bulan Ramadan. Pastikan selalu memeriksa aroma, warna, tekstur, dan rasanya sebelum mengonsumsi.

Dengan memilih kurma yang masih dalam kondisi baik dan menyimpannya secara benar, manfaatnya sebagai sumber energi saat berbuka puasa pun bisa dirasakan secara optimal tanpa risiko gangguan kesehatan.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi