Jusuf Kalla Ragukan Peluang Prabowo Jadi Mediator Konflik AS-Israel dan Iran Usai Perjanjian Dagang Dinilai Tidak Setara

4 hours ago 2
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. JK memandang langkah tersebut sebagai niat baik, namun ia meragukan efektivitasnya di tengah dinamika geopolitik dan posisi tawar Indonesia saat ini.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3), JK menilai upaya menjadi mediator akan sulit dilakukan, terutama setelah Indonesia menandatangani perjanjian dagang resiprokal dengan Amerika Serikat yang menurutnya tidak seimbang. “Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, dan sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini?” ujar JK.

Pernyataan tersebut menyoroti aspek fundamental dalam diplomasi internasional, yakni kesetaraan posisi dan kekuatan tawar. JK mengisyaratkan bahwa kapasitas menjadi mediator sangat dipengaruhi oleh persepsi independensi dan keseimbangan hubungan dengan pihak-pihak yang bertikai. Dalam konflik sebesar Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, menurutnya, skala persoalan jauh melampaui isu bilateral biasa.

Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa niat Presiden Prabowo tetap merupakan langkah positif dalam kerangka politik luar negeri aktif Indonesia. Namun, ia menekankan kompleksitas konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lama dan melibatkan kepentingan global. “Ya, Israel dengan Palestina saja tidak bisa, sulit didamaikan, karena dunia ini sangat ditentukan oleh sikap Amerika.” Pernyataan ini merujuk pada konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina yang hingga kini belum menemukan solusi permanen.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi