Kapan Cuaca Panas Jabodetabek Berakhir? Begini Prediksi BMKG

11 hours ago 2

Jakarta -

Masyarakat di Jabodetabek setiap harinya mengeluhkan cuaca panas yang terus terjadi sepanjang hari.

Mereka merasa cuaca panas yang terjadi lebih panas dari biasanya. Tercatat di beberapa wilayah Jabodetabek mencapai suhu di atas 35 derajat Celcius. Prakirawan cuaca BMKG Rira Damanik menyebut suhu paling terik terjadi pada siang hari.

""Dalam beberapa hari terakhir di pertengahan April tahun 2026 ini, sebagian besar wilayah Jabodetabek mengalami kondisi cuaca cerah dengan suhu udara yang cukup terik terutama pada siang hari. Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu terukur tertinggi di wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 35-36°C di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya," beber Rira dalam laporan dari detikcom.

Ramai pembahasan bahwa cuaca panas ini berkaitan dengan El Nino yang diprediksi akan terjadi di Indonesia dalam jangka waktu yang lebih panjang dan suhu yang lebih tinggi. Namun Rira menyebut cuaca panas yang terjadi ini tidak berkaitan dengan fenomena tersebut. Menurutnya cuaca panas yang sedang terjadi ini bisa mulai mereda pada awal bulan depan.


"Kondisi cuaca panas dan terik dengan kisaran suhu tersebut diprediksi masih dapat terjadi hingga awal Mei mendatang, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator yang merasakan dampak paling signifikan," bebernya.

Cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia ini karena adanya posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa. Kondisi itu menandakan intensitas sinar matahari sedang mencapai puncaknya di wilayah Indonesia.

"Selain itu, jarangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari serta dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat relatif kering turut memicu kurangnya pembentukan awan di wilayah selatan khatulistiwa, sehingga penyinaran permukaan bumi menjadi sangat intensif," Ujar Rira.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat dari risiko terjadinya dehidrasi hingga heat stress atau kelelahan akibat panas. Sebisa mungkin untuk mencegah aktivitas padat di luar ruangan pada jam-jam puncak yaitu siang hari.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, karena paparan panas yang ekstrem ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat stress), hingga risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara yang cenderung meningkat saat kondisi kering," tuturnya.

"Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik, menggunakan penutup kepala atau pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi kontak langsung dengan sinar matahari pada jam-jam puncak," tambahnya.

(agn/agn)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi