Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, menyampaikan kata-kata penuh kekecewaan setelah anak asuhnya kalah dari Bosnia Herzegovina dan gagal ke Piala Dunia 2026.
Timnas Italia sekali lagi gagal ke Piala Dunia. Rasa getir tidak bisa meraih tiket ke Piala Dunia 2018 dan 2022 kembali terulang.
Italia kalah dari Bosnia pada laga final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gattuso yang baru diangkat menjadi pelatih Italia, dan diserahkan beban meloloskan Italia ke Piala Dunia 2026, pada Juni 2025 tak bisa menyembunyikan emosi yang mendalam pada sesi konferensi pers.
"Hari ini para pemain tidak pantas kalah seperti ini," ucap Gattuso kepada RAI dilansir dari Reuters.
Gattuso pernah membawa Italia menjadi juara dunia 2006 dan merayakan dengan air mata bahagia. Dua dekade berselang Gattuso kembali menangis, tetapi lantaran sedih.
"Kami bermain dengan 10 pemain, kami punya tiga peluang besar dan mereka jarang mengancam kami. Mohon maaf, inilah sepak bola dan saya bangga dengan pemain-pemain saya," katanya dengan mata basah.
"Ini menyakitkan karena kami membutuhkan [Piala Dunia] untuk kami semua, untuk seluruh Italia dan untuk pergerakan kami. Pukulan ini sulit diterima," ucap mantan pemain dan pelatih AC Milan itu.
Gattuso pun enggan membahas salah satu insiden penting dalam laga ketika bek Bosnia, Tarik Muharemovic, melakukan pelanggaran di tepi kotak penalti dan hanya mendapat kartu kuning.
"Saya tidak ingin membicarakan apa pun, tetapi hari ini tidak adil," tuturnya.
Rasa kecil hati dan permohonan maaf jadi ucapan Gattuso selanjutnya dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
"Saya sudah bertahun-tahun berada di dunia sepak bola, terkadang saya merasa gembira dan hari ini saya kecewa. Sulit untuk menerima ini, mereka juga mengejutkan saya dengan semangat yang mereka tunjukkan."
"Kita sudah berbicara berkali-kali soal tidak lolos Piala Dunia. Saya minta maaf jika saya tidak berhasil, tetapi para pemain hari ini membuat saya terkesan," tukas Gattuso.
(nva/sry)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
3

















































