Kemenkes Wanti-wanti Fenomena El Nino Godzilla, Anak-anak Mesti Dijaga

8 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan adanya peningkatan risiko penyakit akibat perubahan kondisi cuaca yang signifikan terkait fenomena El Nino ekstrem alias 'Godzilla' di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan El Nino yang memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah menyebabkan menurunnya proses rain washing. Kondisi itu membuat polutan udara tidak tersapu hujan dan justru terakumulasi di atmosfer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan," katanya, Senin (13/4) seperti dikutip dari detikHealth.

Dia memaparkan selain kualitas udara yang memburuk, peningkatan suhu dan perubahan lingkungan turut memicu berkembangnya penyakit tular vektor.

Menurut pihaknya, genangan air yang terbentuk selama periode tertentu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Selain itu, kualitas air dan sanitasi yang menurun selama kemarau panjang juga berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga leptospirosis.

Oleh karena itu, Aji mengatakan Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri selama periode El Nino.

Beberapa di antaranya adalah mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi; menutup ventilasi rumah, kantor, atau sekolah saat udara buruk; menggunakan penjernih udara dalam ruangan; memakai masker saat kualitas udara memburuk; serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pesan ikatan dokter anak buat para orang tua

Sementara itu terkait fenomena El Nino 'Godzilla',  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak.

IDAI menyatakan perubahan cuaca yang drastis membuat tubuh anak harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Kondisi ini dapat menyebabkan anak lebih cepat lelah dan rentan terserang penyakit.

Oleh karena itu, Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyarankan agar anak-anak lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

"Secara umum, sebaiknya anak-anak berada di dalam ruangan saat cuaca ekstrem. Jangan sampai dibiarkan tanpa pengawasan karena di musim seperti ini daya tahan tubuh bisa menurun," ujarnya pada wartawan Senin (13/4).

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, IDAI menyatakan agar para orang tua juga perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik.

Piprim menjelaskan bahwa konsumsi protein hewani sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

"Nutrisi harus diperbaiki, terutama protein hewani, supaya anak lebih fit menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti ini," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan pengawasan ekstra, karena kondisi tubuh yang mudah lelah dapat membuat mereka tidak menyadari tanda-tanda awal gangguan kesehatan.

Baca berita lengkapnya di sini. 

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi