Jakarta, CNN Indonesia --
Hubungan Indonesia dan Jepang terus menunjukkan penguatan setelah terjalin selama 68 tahun melalui kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.
Kemitraan yang telah berlangsung panjang tersebut kembali diperkuat melalui kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang yang dimulai sejak Minggu (29/3).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain agenda diplomatik, penguatan hubungan ekonomi menjadi fokus utama kunjungan. Di mana pada hari kedua, Senin (30/3), Presiden Prabowo bersama Menko Airlangga dan sejumlah menteri menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa hubungan ekonomi antar kedua negara yang telah terbangun selama puluhan tahun itu sangat didukung oleh kontribusi dari perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor yang ada di Indonesia.
"Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan," ujar Prabowo.
Forum ini menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan, sekaligus membuka babak baru kerja sama ekonomi yang lebih modern, tangguh, dan berorientasi masa depan.
Lebih jauh, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang saat ini semakin solid, terlihat dari posisi Jepang sebagai tujuan ekspor terbesar ke-4 Indonesia dengan nilai US$17,61 miliar.
Jepang merupakan salah satu investor utama untuk Indonesia, menempati peringkat ke-5 dengan total investasi sebesar US$3,13 miliar, yang terutama mengalir ke sektor industri otomotif dan alat transportasi, diikuti sektor kimia dan farmasi.
Jepang juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur skala besar melalui skema kerja sama Pemerintah dan badan usaha serta bantuan pembangunan, khususnya di sektor transportasi, pelabuhan, energi, dan infrastruktur perkotaan.
Di hadapan para pemimpin dunia usaha, Prabowo juga menyampaikan bahwa investasi Jepang dinilai memiliki kualitas tinggi dengan karakter disiplin, penguasaan teknologi, serta komitmen jangka panjang.
Presiden pun menyampaikan penghargaan secara pribadi atas hubungan erat yang telah terjalin antara kedua negara.
"Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini," ujar Prabowo.
Pada kesempatan ini juga telah ditandatangani 10 Nota Kesepahaman (MoU) dengan total nilai kerja sama mencapai sekitar US$23,1 miliar atau Rp392,7 triliun.
Pembaruan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) juga diperkirakan akan memperkuat fondasi kerja sama kedua negara melalui peningkatan akses pasar, perluasan kolaborasi, serta modernisasi kerangka ekonomi bilateral.
Ke depannya, kerja sama Indonesia dan Jepang diharapkan bisa melampaui kerja sama ekonomi tradisional dan beralih menuju penciptaan solusi masa depan secara bersama.
Hal ini dapat diwujudkan melalui tiga area utama kerja sama, yaitu Transisi Energi dan Pertumbuhan Hijau, Transformasi Industri dan Hilirisasi, serta Memperkuat Rantai Pasok Global.
"Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat. Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama, sehingga dapat membentuk masa depan yang penuh kemakmuran bersama, tak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk kawasan Indo-Pasifik," tutur Menko Airlangga pada kesempatan yang sama.
Turut hadir dalam agenda Forum Bisnis Indonesia-Jepang ini yaitu di antaranya Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Rosan Roeslani.
Kemudian, Parliamentary Vice-Minister of Economy, Trade and Industry Japan Komori Takuo, Chairman and CEO of Japan External Trade Organization (JETRO) Norihiko Ishiguro, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta perwakilan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Japan, Keidanren, dan JETRO.
(inh)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
1














































