CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Menjadi poeple pleaser bukan hal yang baik, karena bisa merusak mental Anda. (iStockphoto/AmnajKhetsamtip)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keinginan untuk membuat orang lain senang adalah hal yang wajar. Namun, ketika kebutuhan dan kenyamanan orang lain selalu ditempatkan di atas diri sendiri, kondisi ini bisa mengarah pada perilaku people pleaser.
Melansir psikolog Liz Morrison, people pleaser adalah dorongan untuk terus memuaskan orang lain, bahkan dengan mengorbankan diri sendiri.
Banyak orang tak menyadari bahwa dirinya terjebak dalam pola ini karena perilakunya terlihat 'baik' dari luar. Padahal, jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatan mental, relasi, bahkan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah ciri people pleaser yang sering muncul tanpa disadari, merangkum dari berbagai sumber:
1. Menghindari konflik sebisa mungkin
Mengutip Eye Mind Spirit, konflik kerap dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, kasar, atau berisiko merusak hubungan. Saat muncul masalah, people pleaser cenderung memilih diam dan berharap situasi membaik dengan sendirinya.
Padahal, menghindari konflik justru bisa membuat emosi negatif menumpuk. Ketegangan yang tak pernah dibicarakan perlahan berubah menjadi kemarahan dan menciptakan jarak dalam hubungan.
2. Sering meminta maaf meski tidak salah
Melansir Social Self, people pleaser sering mengucapkan maaf, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahannya. Kebiasaan ini muncul karena adanya dorongan kuat untuk selalu menyenangkan orang lain.
Mereka merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang. Ketika orang lain kecewa, mereka pun merasa gagal.
3. Takut berbeda pendapat
Bagi people pleaser, perbedaan pendapat terasa seperti ancaman. Ada kekhawatiran dianggap tidak sopan, tidak setia kawan, atau memicu pertengkaran.
Akibatnya, mereka lebih sering mengikuti arus meski sebenarnya tidak sepakat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat seseorang merasa tidak benar-benar dikenal karena opini dan perasaan aslinya terus disembunyikan.
4. Sulit mengatakan 'tidak'
Kesulitan menetapkan batasan menjadi salah satu tanda paling umum. People pleaser kerap mengatakan 'iya' meski lelah atau tidak memiliki waktu.
Bahkan saat sudah mencoba menolak, mereka bisa berubah pikiran ketika melihat orang lain kecewa. Batasan yang goyah membuat mereka mudah kewalahan dan kehilangan waktu untuk diri sendiri.
5. Mudah cemas jika orang lain terlihat tidak senang
Perubahan kecil pada ekspresi wajah atau nada bicara orang lain bisa memicu overthinking. Mereka cepat menyimpulkan ada yang salah dan menganggap diri sendiri sebagai penyebabnya.
Kondisi ini membuat mereka selalu waspada dan sulit rileks. Kecemasan muncul karena merasa bertanggung jawab menjaga suasana hati semua orang tetap baik.
6. Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain
Saat orang di sekitarnya sedih atau marah, people pleaser sering merasa harus memperbaiki situasi. Mereka menganggap kebahagiaan orang lain sebagai tanggung jawab pribadi.
Padahal, emosi setiap individu bukan sepenuhnya tanggung jawab orang lain. Pola pikir ini justru menambah beban mental.
7. Cenderung perfeksionis
Tak sedikit people pleaser dikenal sebagai pekerja keras, berprestasi, atau perfeksionis. Mereka ingin dipandang sebagai pribadi yang berguna, membantu, dan sukses.
Di balik itu, ada ketakutan ditolak atau dianggap tidak berharga. Standar yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri pun memicu tekanan dan kecemasan berkepanjangan.
Jika dibiarkan, perilaku people pleaser dapat memicu kecemasan, rasa kesal yang terpendam, serta hubungan yang dipenuhi salah paham. Harga diri pun menjadi bergantung pada penilaian orang lain, bukan pada penerimaan diri sendiri.
Apabila pola ini mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional bisa menjadi langkah awal. Terapi dapat membantu seseorang memahami akar kebiasaan tersebut, belajar menetapkan batasan yang sehat, serta berani menyuarakan kebutuhan tanpa rasa bersalah.
(nga/tis)

5 hours ago
1

















































