Google Integrasikan Circle to Search dengan Terjemahan Gboard

4 hours ago 3

Selular.ID – Google memperluas fungsi fitur Circle to Search dengan mengintegrasikannya ke layanan terjemahan di Gboard.

Pembaruan ini memungkinkan pengguna menerjemahkan teks langsung dari layar tanpa harus berpindah aplikasi, mempercepat akses informasi lintas bahasa pada perangkat Android.

Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan Circle to Search, fitur berbasis kecerdasan buatan yang sebelumnya diperkenalkan untuk memudahkan pencarian visual dengan cara melingkari objek di layar.

Dengan integrasi ke Gboard, Google kini menambahkan kemampuan terjemahan instan yang lebih kontekstual, terutama saat pengguna menemukan teks asing di media sosial, browser, atau aplikasi pesan.

Berdasarkan laporan, pengguna cukup mengaktifkan Circle to Search, lalu memilih teks yang ingin diterjemahkan.

Sistem kemudian akan memunculkan opsi terjemahan melalui Gboard tanpa perlu menyalin atau membuka aplikasi tambahan seperti Google Translate secara manual.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Proses ini dirancang agar tetap berjalan di lapisan antarmuka yang sama, sehingga pengalaman pengguna menjadi lebih efisien.

Integrasi ini memanfaatkan kemampuan AI milik Google yang tertanam dalam ekosistem Android. Circle to Search sendiri bekerja dengan menggabungkan pengenalan gambar (image recognition) dan pemrosesan bahasa alami (natural language processing).

Sementara Gboard berfungsi sebagai pintu masuk untuk berbagai fitur berbasis teks, termasuk prediksi kata, koreksi otomatis, dan kini terjemahan kontekstual.

Dalam praktiknya, fitur ini relevan untuk berbagai skenario penggunaan. Misalnya, saat membaca artikel berbahasa asing di browser, pengguna dapat langsung menerjemahkan bagian tertentu tanpa harus meninggalkan halaman.

Hal serupa juga berlaku saat berinteraksi di aplikasi seperti media sosial atau chat, di mana teks asing sering muncul secara real-time.

Pengembangan ini juga mencerminkan strategi Google dalam menyatukan berbagai layanannya ke dalam satu pengalaman terpadu.

Alih-alih mengandalkan aplikasi terpisah, perusahaan mendorong integrasi lintas fitur di tingkat sistem operasi.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat posisi Android sebagai platform dengan kemampuan AI yang semakin terintegrasi.

Circle to Search sendiri pertama kali diperkenalkan pada perangkat flagship Android tertentu, dengan dukungan awal pada lini premium.

Seiring waktu, Google mulai memperluas ketersediaannya ke lebih banyak perangkat, meskipun implementasinya masih bergantung pada dukungan hardware dan versi sistem operasi.

Sementara itu, Gboard telah lama menjadi salah satu komponen inti dalam ekosistem Android, dengan jutaan pengguna aktif secara global.

Penambahan fitur terjemahan melalui integrasi langsung dengan Circle to Search mempertegas peran Gboard bukan sekadar keyboard, tetapi juga sebagai alat produktivitas berbasis AI.

Dari sisi industri, langkah ini menunjukkan tren yang semakin kuat menuju pengalaman “in-context computing”, di mana pengguna tidak perlu lagi berpindah aplikasi untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Baca Juga:Perluas Akses AI, Google Bawa Gemini ke Mac

Kompetisi di ranah ini juga semakin ketat, dengan berbagai perusahaan teknologi berlomba menghadirkan fitur AI yang lebih intuitif dan terintegrasi.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi