Selular.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan target minimal kecepatan internet fixed broadband di Indonesia harus mencapai 60 Mbps di tahun 2026 ini.
Hal tersebut diungkapkan Komdigi dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025-2029.
Menanggapi hal tersebut salah satu internet service provider (ISP), PT Supra Primatama Nusantara atau Biznet mengatakan akan memenuhi target tersebut.
Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo menjelaskan untuk Biznet sendiri sudah menggunakan teknologi yang memungkinkan kecepatan internet mencapai 1 gigabyte per second (gbps).
“Teknologi kita sudah memungkinkan untuk kecepatan internet mencapai 1 giga per second (gbps),” jelasnya kepada Selular belum lama ini, Selasa (2/3/2026).
“Jadi kapasitas 400 sampai 500 Mbps itu sudah sangat mudah sekali untuk kami deliver,” sambungnya.
Selain itu, Biznet menegaskan fokus perusahaan dalam membangun infrastruktur jaringan yang kuat dan luas berbasis fiber optik.
Dengan jaringan yang modern dan berkapasitas besar, perusahaan memastikan layanan internet dapat berjalan optimal.
Untuk kapasitas jaringan di setiap cabang, Biznet mengklaim telah menyiapkan kapasitas jauh lebih besar dari kebutuhan saat ini, bahkan mencapai lebih dari 10 kali lipat.
“Kita itu udah support sampai mungkin lebih dari 10 kali kalipat,” ungkap Adrianto.
Untuk layanan rumah, Biznet menyediakan paket mulai dari 100 Mbps dengan harga Rp150.000 per bulan.
Sementara untuk kebutuhan lebih tinggi, seperti gamer, tersedia paket hingga 500 Mbps untuk satu rumah.
Tak Khawatir Muncul Banyak ISP Baru
Adrianto juga mengatakan ada sejumlah alasan kenapa Biznet masih percaya diri para pelanggannya tidak akan beralih.
Hal tersebut diungkapkannya dari survei yang dilakukan Ipsos dalam data sepanjang tahun 2025 terkait konsumen fixed broadband di Indonesia.
Dalam survei tersebut, jumlah pelanggan yang bertahan menggunakan layanan Biznet lebih dari tiga bulan dan lebih dari 12 bulan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Artinya pelanggan lebih banyak yang tetap menggunakan layanan kami dibandingkan yang berpindah. Itu menunjukkan satisfaction meningkat,” kata Adrianto dalam pemaparan kepada media di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Kepuasan pelanggan, lanjut Adrianto, tercatat naik sekitar 3 persen dibandingkan 2024.
Faktor yang memengaruhi antara lain kualitas teknisi, kinerja tim penjualan, serta persepsi harga yang dinilai sesuai dengan manfaat layanan.
Menurut dia, hasil survei juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen.
Jika sebelumnya harga menjadi pertimbangan utama, kini kualitas layanan menjadi faktor yang lebih dominan.
Baca juga:
- Biznet Jabarkan Kapasitas Bandwidth dan Dampaknya ke Internet
- MyRepublic Indonesia Gandeng ZTE Siapkan Infrastruktur FWA Untuk MyRepublic Air
“Dari hasil survei 2025, harga bukan lagi pilihan nomor satu. Konsumen ingin memastikan kualitasnya dulu,” ujarnya.
“Kalau kualitasnya baik dan direkomendasikan, harga menjadi pertimbangan berikutnya,” lanjut Adrianto.
Adrianto juga menjelaskan jumlah pelanggan Biznet saat ini sudah lebih dari 800.000 konsumen.
Dari sisi merek, Biznet mencatat peningkatan top of mind secara nasional.
Persentase top of mind naik dari 9 persen pada 2024 menjadi 14 persen pada 2025, menempatkan Biznet di posisi kedua di antara sejumlah penyedia layanan yang disurvei.
“Top of mind kami naik signifikan dan kini berada di posisi nomor dua. Ini menunjukkan brand kami semakin kuat di benak konsumen,” kata Adrianto.
Meski total awareness tercatat sedikit menurun, Adrianto menilai hal itu tidak berdampak negatif terhadap persepsi merek.
Menurut dia, konsumen yang sudah memiliki preferensi cenderung langsung menyebut merek tertentu tanpa melalui tahap pertimbangan panjang.
Memasuki 2026, Biznet akan memperkuat strategi berbasis rekomendasi pelanggan.
Adrianto menyebut bisnis internet sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung pengguna dan ulasan dari orang terdekat.
“Rekomendasi adalah kunci. Bisnis ini sangat bergantung pada pengalaman nyata pelanggan. Itu yang akan terus kami jaga dan tingkatkan,” ujarnya.
Biznet menyatakan akan terus berinvestasi pada kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan guna mempertahankan retensi serta memperkuat posisi merek di industri layanan internet nasional.
“Tahun 2025 kami menambahkan bandwidth hingga 30 persen lebih besar. Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan kepuasan pelanggan dibandingkan 2024,” tandasnya.



















































