Komentar Guillermo del Toro Soal Peran James Cameron di Balik Layar Film 'Frankestein' / Foto: Dok. Netflix
Jakarta, Insertlive -
Sutradara peraih Oscar Guillermo del Toro mengungkap fakta menarik di balik proses kreatif film Frankenstein yang akan tayang di Netflix.
Di balik karyanya yang dikenal penuh detail dan atmosfer gelap, del Toro ternyata melibatkan sejumlah sutradara besar sebagai bagian dari lingkaran terdekatnya dalam proses penyuntingan film.
Dalam wawancara dengan Variety pada 8 Januari, Guillermo del Toro mengaku meminta bantuan beberapa sahabat sekaligus sineas ternama untuk memberikan masukan setelah dirinya menyelesaikan potongan kasar atau rough cut film tersebut. Ia merasa membutuhkan sudut pandang baru sebelum mengunci versi final.
Beberapa nama besar yang ia libatkan antara lain Alfonso Cuarón, Alejandro Iñárritu, Rian Johnson, Steven Spielberg, hingga James Cameron.
Dari deretan nama tersebut, peran James Cameron disebut memiliki pengaruh yang cukup signifikan.
"Alfonso Cuarón, Alejandro Iñárritu, Jim Cameron, Rian Johnson, Steven (Spielberg). Banyaklah yang liat film itu dan memberikan masukan padaku, tapi kami sepakat bahwa film ini harus brutal," ungkapnya.
Del Toro menjelaskan bahwa ia memilih 16 teman dekatnya untuk menonton film tersebut secara khusus.
Bagi del Toro, mereka adalah sosok yang cukup jujur dan berani mengkritik tanpa basa-basi, sesuatu yang sangat ia butuhkan di tahap akhir pengerjaan film.
Secara khusus, del Toro menaruh kekaguman besar pada cara James Cameron memberi masukan. Ia menyebut sutradara Avatar itu sebagai editor yang sangat tajam dan visioner.
"Jim (James Cameron) adalah salah satu editor paling cermat dan cerdas yang pernah aku kenal. Aku mengirimkan potongan filmku padanya, dan dia memberikan catatan yang sangat tajam, sangat berani, dan sangat membantuku melihat film ini dari sudut pandang yang berbeda," katanya.
James Cameron sendiri dikenal sebagai sutradara perfeksionis yang tak ragu memangkas bagian film demi menjaga ritme dan kekuatan cerita.
Del Toro pun mengapresiasi kejujuran Cameron yang dinilainya krusial dalam proses kreatif.
"Dia punya kemampuan luar biasa untuk membedah sebuah adegan dan berkata, 'Bagian ini tidak perlu, ini terlalu lambat, ini seharusnya begini.' Dia tidak menahan diri, dan itulah yang aku butuhkan dari seorang teman sekaligus rekan kerja," tambah del Toro.
Berkat masukan tersebut, Guillermo del Toro merasa Frankenstein versi Netflix menjadi jauh lebih solid, baik dari sisi emosi maupun tempo penceritaan.
Film ini pun dipersiapkan sebagai salah satu karya paling personal dan ambisius dalam kariernya.
Frankenstein dibintangi oleh jajaran aktor papan atas, seperti Oscar Isaac, Jacob Elordi, Christoph Waltz, Mia Goth, David Bradley, dan Charles Dance.
Film ini juga diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat di musim penghargaan mendatang.
Menariknya, Frankenstein berpotensi berhadapan langsung dengan proyek James Cameron lainnya, Avatar: Fire and Ash, dalam persaingan Oscar 2026. Sebuah duel kreatif yang justru berawal dari kolaborasi dan saling memberi masukan di balik layar.
(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:
ARTIKEL TERKAIT

SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
BACA JUGA
detikNetwork

17 hours ago
1














































