Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Marciano Norman memasang target besar menatap Olimpiade 2032.
Norman menginginkan kontingen Indonesia tembus peringkat 10 besar pada Olimpiade 2032 yang diselenggarakan di Brisbane, Australia.
Ambisi tersebut disampaikan Norman kala membuka Rapat Kerja dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudara-saudara sekalian, mari kita manfaatkan Rapat Kerja Nasional ini untuk kita melihat kembali apakah kita sudah memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, atau masih banyak ruang yang bisa kita manfaatkan untuk kita terus melangkah mengantar atlet-atlet kita, mendampingi pimpinan Cabang Olahraga kita, untuk mengerahkan semua potensi yang ada di Indonesia ini untuk ke depan sesuai dengan apa yang diharapkan," jelas Norman dalam sambutannya.
"Bahwa pada tahun 2032 kita bisa merapat ke peringkat sepuluh dunia dan 2044 kita bisa masuk dalam peringkat lima dunia. Bisa atau tidak, itu tergantung kita. Kalau kita tidak mampu mengevaluasi apa yang telah kita kerjakan dengan baik, tentunya angan-angan itu akan semakin jauh. Tapi kalau kita bersatu, saya yakin prestasi itu akan bisa kita persembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia," sambung purnawirawan TNI itu.
Target yang dipasang Norman selalu Ketum KONI tentu tergolong berat. Apalagi, prestasi Indonesia pada Olimpiade 2024 Paris hanya menempati posisi ke-39 berdasarkan klasemen akhir.
Olimpiade 2028 di Los Angeles bisa jadi patokan terdekat. Nantinya, capaian kontingen Merah Putih di Negeri Paman Sam dapat dijadikan tolok ukur paling realistis demi merealisasikan target masuk 10 besar pada 2032 dan lima besar di 2042.
Demi menggapai cita-cita masuk 10 besar ranking Olimpiade, KONI mulai gerak cepat. Di antaranya menambah empat jenis Pekan Olahraga Nasional (PON) baru yang diadakan setiap dua tahun sekali.
PON yang biasa digelar empat tahun sekali tetap akan berlangsung. Hanya saja akan difokuskan untuk mempertandingkan olahraga-olahraga yang termasuk di dalam cabor Olimpiade.
"Kita berupaya juga mengatur kembali, kita akan memfokuskan Pekan Olahraga Nasional yang empat tahun sekali itu untuk Cabang Olahraga Olimpiade," tutur Norman.
"Dan karena 81 Cabang Olahraga itu menjadi anggota KONI Pusat, kita harus membuat Pekan Olahraga Nasional-Pekan Olahraga Nasional lainnya. Oleh karena itu, ada Pekan Olahraga Nasional Bela Diri, ada Pekan Olahraga Nasional Pantai, ada Pekan Olahraga Nasional Indoor, dan ada Pekan Olahraga Nasional Remaja yang juga kita lakukan dalam agenda dua tahun sekali," sambungnya.
(afr/afr/jun)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2
















































