Krisis Energi Global 2026: Harga Minyak Dunia Tembus USD 115 Per Barel Usai Serangan Rudal Iran Hantam Kilang Teluk Persia

3 hours ago 2
Harga minyak dunia melonjak setelah serangkaian serangan drone dan rudal yang dilancarkan Iran menghantam sejumlah fasilitas energi vital di kawasan Teluk Persia. FOTO/Aljazeera

FAJAR.CO.ID, LONDON – Pasar energi dunia mengalami guncangan hebat setelah harga minyak mentah melonjak tajam hingga menembus angka USD 115 per barel pada perdagangan Kamis waktu setempat. Eskalasi ini dipicu oleh serangan drone dan rudal masif yang dilancarkan Iran terhadap sejumlah fasilitas energi vital di kawasan Teluk Persia, yang menandai babak baru perang terbuka terhadap infrastruktur minyak dan gas dunia.

Serangan ini dikonfirmasi sebagai aksi balasan atas serangan Israel sebelumnya yang melumpuhkan ladang gas South Pars milik Iran. Sebagai informasi, South Pars merupakan jantung energi Teheran yang memasok sekitar 70 persen kebutuhan gas nasional negeri tersebut.

"Kami memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap infrastruktur kami akan mendapat respons yang setimpal dan menghancurkan," tegas Juru Bicara Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah, Kamis (19/3/2026).

Target Strategis 'Martyrs of South Pars'

Dalam operasi militer yang dinamai 'Martyrs of South Pars', IRGC secara sistematis menargetkan titik-titik saraf energi global. Otoritas Qatar melaporkan terjadinya kebakaran besar di kawasan industri Ras Laffan, yang dikenal sebagai pusat operasi Gas Alam Cair (LNG) terbesar di dunia. Dampak langsung dari serangan ini adalah terganggunya produksi LNG yang seketika memicu lonjakan harga gas alam di pasar internasional.

Tak berhenti di situ, Kuwait mengonfirmasi bahwa dua kilang minyak utamanya, yakni Mina al-Ahmadi dan Mina Abdullah, terkena serangan drone yang memicu kebakaran hebat di unit operasional. Di sisi lain, meski Arab Saudi mengeklaim berhasil mencegat empat rudal yang menuju Riyadh, sumber industri menyebut serangan sempat menyasar kilang SAMREF di Yanbu. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) terpaksa menghentikan sementara operasional di fasilitas gas Habshan sebagai langkah preventif.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi