Selular.ID – Lintasarta, perusahaan penyedia solusi ICT yang juga berperan sebagai AI Factory dalam ekosistem Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, menyalurkan berbagai program sosial selama Ramadan 1447 H yang menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di lima kota di Indonesia.
Inisiatif bertema Learning to Care & Action to Share ini digelar di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan wilayah Aceh.
Program tersebut mencakup dukungan fasilitas ibadah, pemberdayaan UMKM melalui program Warung Berkah Ramadan, edukasi lingkungan bagi anak yatim, serta apresiasi bagi karyawan yang tetap bertugas menjaga layanan selama libur Idulfitri.
Program sosial ini menjadi bagian dari komitmen Lintasarta untuk menghadirkan dampak sosial seiring pengembangan ekosistem digital nasional.
Perusahaan menilai transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penguatan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.
Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Hariyadi Ramelan, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai empati sekaligus menegaskan tanggung jawab sosial perusahaan.
Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi digital perlu diimbangi kepedulian sosial agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sebagai penggerak transformasi digital nasional, kami percaya kemajuan teknologi digital harus berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial. Melalui program Ramadan ini, Lintasarta berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari dukungan fasilitas ibadah, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi lingkungan, hingga dukungan bagi para Laskar yang bekerja menjaga layanan tetap andal,” ujar Hariyadi dalam keterangan resmi, Minggu (9/3/2026).
Dukungan Fasilitas Ibadah dan Pemulihan Pascabencana
Salah satu program utama yang dijalankan Lintasarta adalah revitalisasi surau melalui inisiatif “Surau Kita Berdaya”, yang dilaksanakan bersama Indosat Ooredoo Hutchison. Program ini difokuskan untuk memperbaiki fasilitas ibadah masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak bencana.
Dalam implementasinya, Lintasarta menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat di Mushola Al-Ikhsan yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat setempat setelah terdampak bencana.
Selain di Aceh, perbaikan fasilitas ibadah juga dilakukan di beberapa daerah lain yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Di antaranya Masjid Abu Bakar As-Sidiq di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Mushola Mansaul Ridho 2 di Tuban, Jawa Timur, serta Mushola Al Ikhlas di Purwodadi, Jawa Tengah.
Revitalisasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi surau dan masjid sebagai ruang interaksi sosial sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Program Warung Berkah Ramadan untuk UMKM
Lintasarta juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui Warung Berkah Ramadan. Inisiatif ini melibatkan pelaku usaha mikro dan warung makan lokal untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat dhuafa dan anak yatim.
Program ini menjangkau ratusan penerima manfaat di berbagai kota. Sebanyak 350 penerima manfaat berada di Surabaya, 300 di Makassar, dan 250 di Yogyakarta. Melalui skema ini, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro di daerah tersebut.
Pendekatan tersebut dinilai dapat menciptakan efek ganda, yakni memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan sekaligus membantu keberlanjutan usaha kecil yang menjadi bagian penting dari ekonomi lokal.
Edukasi Lingkungan bagi Anak Yatim
Selain bantuan sosial dan ekonomi, Lintasarta juga menyelenggarakan program edukasi lingkungan bertajuk Recycle & Reuse. Kegiatan ini mengajak anak-anak yatim untuk belajar mengolah sampah serta memanfaatkan barang bekas menjadi produk kreatif.
Program yang diikuti 45 anak yatim di Jakarta ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Anak-anak diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah dan pola konsumsi berkelanjutan, sekaligus mengembangkan kreativitas melalui aktivitas daur ulang.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menanamkan nilai keberlanjutan kepada generasi muda, sejalan dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dalam perkembangan industri digital dan teknologi.
Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Lintasarta yang diluncurkan secara hybrid di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar pada awal Ramadan 1447 H. Program ini melibatkan ratusan karyawan Lintasarta—yang dikenal dengan sebutan Laskar—serta dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan.
Dalam kegiatan yang sama, Lintasarta juga menyalurkan santunan serta perlengkapan ibadah kepada 140 anak yatim di berbagai kota sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, program Ramadan Lintasarta tahun ini memberikan dampak kepada lebih dari 1.500 penerima manfaat, mendukung 11 masjid dan surau, serta memberdayakan empat UMKM lokal di berbagai daerah.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lintasarta menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia solusi ICT dan infrastruktur digital terintegrasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional yang menggabungkan pengembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dengan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Akses Digital Nasional, Lintasarta Gandeng Starlink



















































