Jakarta, CNN Indonesia --
Matvey Safonov ada dalam laga Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal, tetapi tidak mendapat porsi tinggi dalam pertandingan final Liga Champions yang harus diselesaikan lewat adu penalti.
Safonov jadi pilihan utama Luis Enrique di bawah mistar gawang PSG dan membuat kiper Prancis, Lucas Chevalier, jadi pelapis dalam partai berbobot.
Gawang Safonov bobol kurang dari enam menit setelah kick off. Sepakan Kai Havertz tak bisa dihalau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah momen kebobolan itu Safonov terbilang jarang mendapat sorot kamera lantaran PSG lebih sering menguasai bola. Les Parisiens unggul 75 persen berbanding 25 persen dalam penguasaan bola dalam laga melawan The Gunners.
Momen krusial yang dilakukan Safonov terjadi pada menit ke-26 ketika menghalau bola yang dikirimkan Bukayo Saka dari sisi kanan.
Ada pula upaya penghalauan crossing yang dilakukan Safonov, namun peran menyelamatkan gawang dengan melakukan save atas bola yang ditembak ke gawang tidak ada.
Arsenal yang minim menguasai bola tercatat melepaskan tujuh tembakan ke gawang pada pertandingan yang berdurasi 120 menit, namun hanya satu yang mengarah ke gawang yakni yang berujung gol.
Enam tembakan lain melenceng dari gawang dan Safonov tidak mencatatkan satu pun penyelamatan.
Dalam babak adu penalti, Safonov pun tidak melakukan penyelamatan. Kegagalan Eberichi Eze dan Gabriel Magalhaes bukan lantaran aksi Safonov melainkan lantaran sepakan dua pemain itu tidak mengarah ke gawang.
(nva/nva)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1
















































