Mau Puasa Ramadan 2026? Ketahui Dulu Perbedaan Niat Sebulan Penuh dan Harian Menurut Kitab Hasyiyah Al-Qulyubi

1 week ago 5

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menjelang dimulainya Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026, jutaan umat Islam di Indonesia kembali bersiap menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh — dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, puasa Ramadan tidak hanya menuntut kedisiplinan fisik, tetapi juga kejelasan niat sebagai landasan sah tidaknya ibadah tersebut.

Namun, dalam tradisi fikih Islam, terdapat perbedaan pandangan mengenai kapan dan bagaimana niat puasa harus diucapkan. Dua kubu besar dalam mazhab fikih — Maliki dan Syafii — memiliki pendapat yang berbeda, meskipun keduanya tetap diakui sebagai pandangan yang sah dan dapat diamalkan oleh umat Islam sesuai pilihan masing-masing.

Pandangan Mazhab Maliki: Niat Sekali di Awal Ramadan

Menurut mazhab Maliki, niat puasa Ramadan cukup diucapkan satu kali di awal bulan — saat malam pertama Ramadan tiba. Dengan niat tunggal tersebut, seluruh ibadah puasa sepanjang bulan dianggap telah diniatkan secara menyeluruh dan sah secara hukum. Ini berarti seorang Muslim tidak perlu lagi mengulangi niat setiap malam menjelang puasa keesokan harinya.

Pandangan ini memberikan kemudahan bagi umat yang khawatir lupa atau terlewat membaca niat pada malam-malam berikutnya. Dalam konteks ini, niat di awal Ramadan berfungsi sebagai semacam ikrar menyeluruh terhadap kewajiban yang akan dijalani selama 29 atau 30 hari ke depan.

Melansir NU Online, niat puasa sekaligus sebulan penuh adalah pandangan dari mazhab Maliki. Menurut mazhab tersebut, puasa seseorang dengan niat sebulan penuh pada awal Ramadan dinilai sah. Hal ini berarti tidak perlu mengulangi niat setiap hari.

Kitab Hasyiyah Al-Qulyubi: Niat Sebulan Penuh Sebagai Antisipasi

Namun, dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi — salah satu rujukan penting dalam mazhab Syafii — disebutkan bahwa niat puasa Ramadan satu bulan penuh tersebut hanya sebatas antisipasi apabila lupa tidak niat puasa. Artinya, niat sebulan penuh yang dibaca di awal Ramadan adalah bentuk kehati-hatian, namun bukan pengganti niat harian.

Karena itu, untuk setiap malamnya tetap diwajibkan membaca niat seperti biasa, sebagaimana pendapat mazhab Syafii. Pendekatan ini menegaskan bahwa niat adalah bagian integral dari ibadah harian, bukan hanya sebagai pembukaan di awal bulan. Setiap hari puasa adalah ibadah yang berdiri sendiri, sehingga niatnya pun harus ditegaskan secara terpisah.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

Bagi yang ingin mengikuti pandangan mazhab Maliki, berikut bacaan niat puasa Ramadan sebulan penuh dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala

Artinya:
"Aku niat berpuasa di sepanjang Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah."

Bacaan Niat Puasa Ramadan Setiap Hari

Sementara bagi yang mengikuti mazhab Syafii atau ingin membaca niat setiap malam secara rutin, berikut bacaan niat puasa Ramadan setiap hari dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi